Ngawi-Maraknya isu kecurangan pengisian bahan bakar disejumlah SPBU di Ngawi membuat Disperindag Jatim turun gunung. Para petugas melakukan sidak dan tera ulang guna memastikan BBM yang di berikan kepada konsumen apakah sudah sesuai dengan takarannya.

” kedatangan kami selain mengecek takaran juga memberikan rekomendasi SPBU tentang sertifikasi pasti pas, bila dalam pengecekan kami menemukan kejanggalan SPBU ini tidak akan kami beri ijin” ungkap Hadi Witomo selaku kepala UPT Metrologi Disperindag jatim di sela-sela pengecekan di SPBU 5463210 Ngawi.

Diungkapkan Hadi, saat ini semua pengusaha yang bergerak di bidang penjualan bahan bakar melalui SPBU wajib mengantongi sertifikat pasti pas. Hal ini dikandung maksud agar pembeli atau konsumen tidak merasa di rugikan. “kami selaku tim survey sekaligus pengawas melakukan tera ulang di SPBU yang jelas belum mengantongi sertifikasi,” timpalnya.

Lebih jauh diungkapkan, dari hasil survey ini akan langsung dilaporkan kepada pihak pertamina untuk di audit serta di nilai pula kelayakan dalam pemberian sertifikasi Pasti Pas.

“Pengecekan ini tidak dilakukan selama 1 tahun sekali namun sewaktu-waktu kami bisa langsung melakukan pengecekan, bila dalam sidak kami menemukan kecurangan, petugaspun tidak segan-segan melakukan pencabutan sertifikasi dan ijin usahanya,” tegasnya. (Ardian)