PONOROGO – Upaya pelestarian terhadap kesenian asli Indonesia, Reyog Ponorogo nampaknya juga menjadi perhatian serius siswa sekolah dasar (SD). Bedanya, jika para seniman Reyog getol melakukan berbagai upaya dari sisi action, para siswa SD asal Ponorogo ini memilih jalur inovasi, yakni dengan membuat robot Reyog.

 

Inovasi dan pengembangan pembelajaran di Ponorogo nampaknya patut mendapat apresiasi. Setidaknya, hal ini titunjukkan keempat siswa SD Muhamamdiyah 1 Ponorogo.

 

Sebelumnya SD Muhammadiyah 1 Ponorogo mengukir sejarah di dunia internasional. Siswa sekolah yang digawangi Syamsuddin Mufthi, M.Pd itu berhasil menggondol tiga prestasi lomba robot di Malaysia beberapa waktu lalu. Tiga siswanya menyabet juara tiga kategori sekaligus dalam ajang International Islamic School Robot Olympiad (IISRO) di Gedung Pusat Sains Negara di Bukit Kiara, Malaysia.

 

 Perjuangan anak-anak SD Muhipo ini tegolong luar biasa. Mereka berangkat dari kompetisi regional, nasional hingga lolos internasional. Ketiga prestasi tersebut adalah, juara 2 lomba robot jenis line tracer analog yang diraih M. Iqbal Riyanto kelas VI. Dikategori yang sama Ahmad Alvin Noormuchtar juga menyabet juara 3. Prestasi juga dipersembahkan M. Iqbal Riyanto dalam Robot Maze Zolving. Siswa kelas VI ini pun mampu menjadi juara 2. Sementara di kategori robot Transforter nama SD Muhipo pun juga berkat kelihaian M. Alghifari Arifuddin yang meraih juara ketiga.

 

Usai menyabet prestasi internasional, karya terbaik putra Indonesia dalam bentuk robot Reyog Ponorogo ini dilaunching terbuka dihadapat ratusan wali murid saat perpisahan sekolah di Gedung Padepokan Reyog yang berada di Jalan Pramuka Ponorogo, kemarin. Karya Robot Reyog ini terispirasi sepulang dari Malaysia usai mengikuti dan memboyong 4 medali perak dan perunggu dalam lomba international Islamic robotic Olympiad.

 

Keempat siswa SD Muhammadiyah Ponorogo tersebut yakni Muh Ikbal Riyanto, Muh Alghifari, Ahmad Alvin, dan Riski Insan Imanuaji. Mereka berhasil menciptakan robot Reyog  yang mampu menari sesuai irama gamelan dan menirukan sejumlah gerakan tari Reyog.

 

Saat launching, atraksi dua robot Reyog ini kontan membuat kagum tamu undangan yang memadati gedung. Ratusan pasang mata wali murid pun terus tertuju pada atraksi robot dengan gerakan yang dinamis.

 

“Luar biasa. Ini sangat bagus. Bukan hanya dari karya, namun ini punya dampak positif yang sangat besar bagi kelestarian Reyog Pononogo yang kita cintai. Dan lebih dari itu, ini patut mendapat apresiasi dari pemkab masayarakat Ponorogo,” kata Agus, salah satu wali murid disela acara.

 

Kepala SD Muhammadiyah 1 Ponorogo, Samsudin Mufti saat ditemui Sinergis, Kamis (28/6) mengungkapkan rasa bangga telah berhasil me-launching robot Reyog di Padepokan Reyog. Ide pembuatan robot Reyog ini, menurutnya, merupakan kepedulian para siswa yang tergabung dalam tim robotik akan budaya asli Ponorogo. “Ide pembuatan robot Reyog murni dari siswa,” kata Samsudin.

 

Dua robot Reyog itu, lanjut Samsuddin, dilengkapi dadak merak layaknya Reyog dalam bentuk aslinya. Kemampuan robot itu, dapat menari sesuai dengan irama gamelan yang diputar. Hal itu, seusai dengan program yang telah dibuat pada robot tersebut. “Robot ini akan terus terus dikembangkan oleh para Pembina dan siswa SD Muhammadiyah 1 Ponorogo,” terangnya.

 

Dalam hal robot, kata kasek, SD Muhammadiyah telah mengukir prestasi hingga ketingkat Internasional. Dibuktikan dengan tampilnya tim robotik SD Muhammdiyah di Malaysia beberapa waktu yang lalu.

 

Hal itu, membuat SD Muhammdiyah terus mengembangkan kemampuan para siswanya. Salah satunya dengan membuat robot Reyog ini. “Sejumlah sekolah juga tertarik memperlajari teknologi robot ini. Bahkan, dari salah satu SMP di Ponorogo,” terangnya. 

 

(MUH NURCHOLIS)