Pacitan-Menurunnya kualitas tangkapan ikan nelayan memaksa para perajin tahu tuna di Pacitan libur berproduksi.

Menurut Harti, Salah seorang pengrajin tahu tuna mengakui, dalam beberapa pekan ini dirinya tidak berani berproduksi lantaran jeleknya kualitas ikan.

“Lha gimana lagi. Ikannya jelek, kita tidak berani produksi. Dari pada mengecewakan pelanggan,” kata Harti, Minggu, (14/04/2013).

Akibatnya, hampir satu bulan Harti tidak produksi tahu tuna. Sebab, dia memang mengutamakan kualitas dagangan. “Saya selalu mencari ikan yang masih segar dan kondisinya bagus. Sehingga kalau dibuat tahu tuna, selain lebih enak, strukturnya pun tampak bagus,” terusnya.

Selain karena kualitas ikan, Kendala lain yang dihadapi adalah akibat melambungnya harga cabai. Diakuinya, harga cabai mencapai Rp 35 ribu perkilogram dan ini sangat merugikan bagi produksinya. 
“Dari pada saya rugi ya lebih baik tahu tuna rasa pedas saya hentikan sementara, sampai harga cabai stabil,” pungkasnya.

Harti biasanya membuat tahu tuna dalam tiga rasa. Yakni rasa original, rasa sayur, dan rasa pedas. Sayang, melonjaknya harga cabai berimbas pada produksi tahu tuna miliknya. “Sekarang hanya berani produksi tahu tuna rasa original saja,” lanjutnya. Frend Mashudi