PONOROGO – Sebentar lagi warga Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur memiliki waduk yang cukup besar. Pemerintah RI berharap waduk Bendo bisa meningkatkan kualitas pangan di wilayah Mataraman dan juga bisa dijadikan obyek wisata baru.
     Selain melihat waduk Bendo, rombongan juga menikmati jalan berlubang di seantero Bumi Reog. “Kami sudah melihat ke lapangan. Memang infrastruktur jalan kondisinya buruk, rusak parah dan perlu dukungan dari pemerintah pusat. Ini akan kami sampaikan ke Kementerian PU. Sehingga secara teknis akan ada dukungan khusus dan ada loksai dana khusus untuk itu (Infrastruktur),” ujar Ketua Komisi V DPR RI, Fary Djemi Francis, dalam kunjungannya ke Ponorogo, Jumat (22/7).
     Menurut politikus dari Partai Gerindra Dapil Nusa Tenggara Timur II ini, kunjungannya ke Ponorogo merupakan tindak lanjut dari audiensi Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, di Gedung DPR/MPR beberapa waktu lau. Saat itu, Ipong ‘Curhat’ soal berbagai keluhan warga Ponorogo terkait jalan yang rusak parah di hampir semua ruas, terutama jalan kecamatan.
     “Jelas akan kami sampaikan ke Kementerian PU. Tapi soal besar dananya berapa kami belum bisa memperkirakan,” tambah ketua Komisi V yang membidangi Perhubungan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Pembangunan Pedesaan dan Kawasan Tertinggal, Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, ini’
     Sementara dari kunjungan ke lokasi Waduk Bendo, Fary memberikan tiga catatan penting. Pertama menyangkut saluran irigasi pasca waduk yang ternyata belum terintegrasi. Bahkan, irigasi belum masuk dalam perencanaan pembangunan waduk tersebut.
     “Ini harus diperhatikan agar waduk segera bisa digunakan begitu selesai di 2018 nanti. Kan banyak juga waduk yang mangkrak setelah selesai pembangunannya karena tidak ada perencanaan irigasi yang baik dan terintegrasi,” papar pria kelahiran 7 Pebruari 1968 ini.
     Kedua, lanjut mantan aktivis LSM ini, yakni persoalan perizinan lahan yang berhubungan dengan Perhutani yang harus segera diselesaikan. Terutama soal pembayaran agar bisa pembangunan tepat waktu, yaitu tahun 2018.
     “Terakhir soal masukan dari pak bupati yang ingin agar waduk ini juga bisa jadi salah satu obyek wisata, ini harus dibahas di Kementerian PU. Jadi akan kami kami sampaikan juga,” imbuhnya.
     Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, mengaku terkejut dengan respons positif Komisi V DPR RI. Apalagi dalam anggota Komisi V DPR RI yang hadir berasal dari semua fraksi. Karena itu, ia berharap hasil audiensinya beberapa waktu lalu dan kunjungan Komisi V DPR RI bisa membuahkan hasil yang positif sesuai keinginan warga Ponorogo.
      “Saya optimistis Komisi V akan membantu kita memperbaiki infrastruktur yang rusak. Harapannya, kehadiran ke sini bisa mengetahui langsung keadaan kita,” kata Ipong. Kedatangan Komisi V DPR RI melihat langsung waduk ini di Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Ponorogo diantar Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni dan SKPD Pemkab Ponorogo. 
     Bupati Ponorogo juga menjelaskan, waduk ini memiliki kedalaman 21 m dengan konstruksi tahan hingga 100 tahun. Diharapkan akhir 2017 waduk ini rampung dibangun. Ipong yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Kaltim ini juga memaparkan jika air waduk Bendo tidak saja mengairi 60 persen sawah di Ponorogo, tapi juga 40 persen sawah di Madiun. “Semoga waduk ini kelak juga bisa dijadikan objek wisata bagi masyarakat sekitar,” harap pengusaha kaya ini. (mnc)