PONOROGO – Niat Pemkab dan masyarakat Ponorogo  terkait pembangunan waduk raksasa di Dukuh Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo akhirnya dikabulkan Pemerintah RI. Bahkan pembangunan waduk yang disebut dengan nama Waduk Bendo ini, direncanakan menelan anggaran Rp 700 miliar.

Sedangkan anggaran ratusan miliar itu berasal dari anggaran Multi Years dari APBN  sejak Tahun 2013 hingga Tahun 2015 mendatang. Menurut Bupati Ponorogo, Amin dalam pembangunan waduk itu pihak Pemkab Ponorogo hanya dimintai mendanai masalah penelitihan dan pembebasan lahan. “Sedangkan mengenai semua bangunan fisiknya diserahkan Pemerintah RI dari APBN,” kata Amin usai membuka Musrenbang Tahun 2013.

Dia juga menjelaskan jika waduk dengan dana sebesar itu tergolong sebagai waduk sedang. Dalam rancangannya akan menampung sebanyak air untuk mengairi lahan pertanian seluas 4.500 hektar. Diantaranya 3.500 hektar lahan pertanian di Ponorogo dan 1.500 hektar lahan pertanian di Kabupaten Madiun.

Sosialisasi pembangunan Waduk Bendo juga dilakukan  Jajaran DPC Partai Demokrat Kabupaten Ponorogo menggandeng Tim Griya Aspirasi Edhie Baskoro Yudhoyono Korkab Ponorogo beberapa waktu lalu di Dukuh Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo.

Kegiatan Tilik Desa dilaksanakan di Rumah Gunawan, warga Dukuh Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo. Acara yang diikuti puluhan warga tersebut dilaksanakan dengan penuh keakraban dan disertai guyonan. Bahkan juga diadakan sambung rasa antara warga dengan DPC Partai Demokrat Ponorogo yang dikomandani langsung oleh H. Miseri Efendy, SH.,M.Hum.

Pada kesempatan tersebut, Miseri menyampaikan salam dari Ketua Dewan Pembina DPP PD Bapak Susilo Bambang Yudhoyono dan juga dari Sekjen DPP PD Mas Ibas serta Ketua DPD PD Jawa Timur Pak Dhe Karwo untuk masyarakat Dukuh Bendo. Menurut Miseri dipilihnya Dukuh Bendo sebagai lokasi Tilik Desa kali ini karena sebentar lagi Mega Proyek Waduk Bendo yang bernilai Rp 700 Milyard dari APBN akan segera dimulai.

“Masyarakat Dukuh Bendo sudah menunggu realisasi pembangunan Waduk Bendo sejak tahun 1972 silam, dan sebentar lagi dibawah kepemimpinan Presiden Pak SBY, Insya Allah proyek ini akan dilaksanakan,” ujar Miseri dihadapan warga. Lebih lanjut Miseri berharap kepada masyarakat Dukuh Bendo untuk lebih bersabar menunggu terwujudnya pembangunan waduk terbesar di Jawa Timur ini. “Saatnya pasti akan tiba, kita doa’kan bersama,” tambahnya.

Nantinya pembangunan waduk Bendo, menurut pria kelahiran Desa Bekiring, Kecamatan Pulung ini bukan hanya dinikmati warga Kabupaten Ponorogo saja, tetapi juga untuk irigasi pertanian di Kabupaten sekitarnya, seperti Madiun.

Mantan pengacara ini yakin kalau pembangunan waduk Bendo direalisasikan akan berdampak meningkatkan perekonomian untuk warga sekitarnya.  “Oleh karena itu, kita harus bersama-sama melanjutkan pemerintahan Pro Rakyat ini sehingga pembangunan waduk Bendo akan terus dilanjutkan,” paparnya.

Selain itu Miseri juga berharap, masyarakat Dukuh Bendo menyukseskan berbagai program Pro Rakyat, seperti PNPM Mandiri Perdesaan, Beras Raskin, PPIP, PKH, BOS, Bantuan Bibit Pertanian, KBR dan sebagainya. Menanggapi hal tersebut Miranto, salah satu perwakilan warga Dukuh Bendo mengaku bersyukur dengan berbagai program Pro Rakyat dari Pak SBY sehingga bisa dirasakan masyarakat Dukuh Bendo.

“Alhamdulilah banyak program Pro Rakyat sudah dirasakan seluruh masyarakat Bendo, semoga Waduk Bendo segera direalisasikan,” aku Miranto. Terkait relokasi warga Dukuh Bendo karena adanya pembangunan Waduk Bendo, Miranto meminta kepada Partai Demokrat mencarikan lokasi yang pas dan mapan di lahan milik Perhutani. “Pokoknya kami berharap  kalau bisa Warga Bendo direlokasi di kawasan milik Perhutani bagian sisi selatan,” pintanya penuh harap.

Sementara itu, Gunawan, warga lainnya berharap ada suntikan modal untuk kelompok tani yang ia pimpin. “Kita akan kelola sebaik-baiknya jika memang ada tambahan modal dari Pemerintah Pro Rakyat untuk kelompok tani dukuh Bendo ini,” janji Gunawan.

Menanggapi hal tersebut, Miseri berjanji akan memperjuangakannya serta akan menggelontorkan bantuan modal untuk kelompok tani Dukuh Bendo secepatnya. Acara diakhiri dengan pembagian Majalah Sinergis milik Edhie Baskoro Yudhoyono. Selain warga dan perangkat desa, acara juga dihadiri Jajaran DPC Partai Demokrat Kabupaten Ponorogo menggandeng Tim Griya Aspirasi Edhie Baskoro Yudhoyono Korkab Ponorogo. (MUH NURCHOLIS)