Pacitan– Anggapan orang sehat itu mahal harganya mungkin jadi benar adanya. Seperti yang dialami Putri Lestari , bocah penderita kanker getah bening ini. Sudah hampir tiga tahun lebih, anak kandung dari pasangan suami istri Katilah dan Misran tersebut mengalami pembengkakan pada pipi kanannya.

Berbagai upaya pengobatan telah dilakukan. Mulai di RSD Pacitan hingga ke Surabaya dan Jogjakarta. Akan tetapi upaya keras yang ditempuh kedua orang tuanya itu belum membuahkan hasil. Rupanya tuhan berkehendak lain. Abses diwajah bocah 3 tahun itu bukannya mengecil, tapi justru semakin membesar hingga menutupi sebagian lehernya.

“Sejak bayi, kondisinya memang seperti itu (ada pembengkakan dipipi kanan),” terang Katilah, ibu kandung Putri Lestari saat ditemui disebuah kamar kecil berdindingkan triplek yang berlokasi dibagian belakang toko onderdil mobil terbesar di Pacitan.

Dengan mata berkaca-kaca, wanita 30 tahun itu lantas sedikit membuka cerita soal penyakit yang diderita anak semata wayangnya itu. Sejak kecil, Putri memang sering rewel lantaran menahan pusing. Katilah pun tidak begitu was-was. Ia mengira, anaknya sakit flue. Namun selang beberapa waktu kemudian, tanpa disadarinya tiba-tiba muncul benjolan kecil di pipi sebelah kanan. “Saat itu saya dan bapaknya (Misran, Red) sempat panik. Ada apa dengan Putri,” tutur perempuan asal Desa Ketanggung, Kecamatan Sudimoro tersebut pada awak media.

Kepanikan itu kian menjadi-jadi, ketika salah seorang dokter di puskesmas mendiaognosa Putri terkena kanker. Tanpa pikir panjang, Misran yang bekerja sebagai pramuniaga disebuah toko onderil mobil itu lantas mengajak istrinya pergi keluar kota demi kesembuhan Putri. Sekalipun, uang tabungan mereka masih jauh dari cukup seandainya terjadi apa-apa dengan buah hati mereka. “Kami pernah meminta bantuan jamkesmas, namun tidak diberi,” tutur Katilah seraya mengingat-ingat peristiwa dua tahun silam tersebut.

Ucap syukur dari mulut ibu muda itu seakan tak pernah henti. Sesampainya di RS Dr. Soetomo Surabaya, keajaiban tuhan rupanya datang secara tiba-tiba. Program Jamkesda dari Pemprov Jatim, sedikit melegakan mereka. “Alhamdulillah Mas, kami dapat Jamkesda. Sehingga pengobatan Putri bisa berlanjut,” ceritanya.

Akan tetapi, secercah harapan itu surut seketika. Katilah mengatakan, program Jamkesda ternyata hanya separuh jalan. Belum tuntas proses pengobatan yang dialami Putri, jaminan kesehatan gratis yang dijanjikan  pemerintah itu rupanya kempes ditengah jalan. “Saya pernah mengajukan permohonan lagi, tapi nggak ada tanggapan,” tuturnya.

Sekalipun menanggung kecewa berbalut perasaan sedih, Katilah tetap tegar sambil putar otak mencari solusi demi kesembuhan buat hatinya itu. Hingga akhirnya, bos pemilik toko onderdil tempat suaminya bekerja memberikan bantuan dana untuk pengobatan Putri ke Jogja. “Putri akhirnya kami bawa ke Jogja. Namun hasilnya sama, belum juga sembuh,” sebut Katilah.

Kini, Katilah dan Misran suaminya, hanya bisa berserah diri dan berdoa agar secepatnya Putri diberi kesembuhan. Mereka sangat berharap, khususnya Pemkab Pacitan bisa memberikan uluran tangan, agar proses pengobatan anak semata wayangnya itu tetap berlanjut. Yuniardi Sutondo