PONOROGO – Jajaran pimpinan DPRD Kabupaten Ponorogo setelah lama bernegoisasi akhirnya menerima para mahasiswa yang melakukan unjuk rasa di Depan Gedung DPRD Kabupaten Ponorogo, Jumat (13/1) siang. Pimpinan DPRD Kabupaten Ponorogo tampak keluar dari Gedung DPRD Ponorogo Sekitar pukul 10.45 WIB untuk menemani para mahasiswa yang sedang berorasi di luar gedung dewan.
Tampak Ketua DPRD Ponorogo, Ali Mufthi menemui mahasiswa didampingi Wakil Ketua DPRD, Miseri Efendi (Partai Demokrat) dan Anik Suharto (Partai Gerindra) serta Imam (Fraksi GPIS). Jajaran Kepolisian Polres Ponorogo tampak berjaga-jaga di kerumunan para demonstran tersebut.
Saat menemui para mahasiswa, Ali Mufthi yang merupakan Politikus Partai Golkar berjanji akan menyampaikan aspirasi mahasiswa Ponorogo baik dari PMII maupun HMI kepada Pemerintah RI di Jakarta. “Perlu diketahui kami semua sepakat dan kami juga sudah menandatangani tuntutan para mahasiswa untuk kami sampaikan ke pusat,” ucap Ali Mufthi di atas mobil milik demonstran.
Pihaknya juga berjanji seluruh wakil Ketua DPRD dan Ketua Fraksi akan menandatangani tuntutan para mahasiswa. “Berhubung sebagian anggota DPRD belum bisa hadir hari ini, nanti Insya Allah semua akan ikut menandatangani sesuai permintaan teman-teman (mahasiswa),” paparnya.
Setelah menyampaikan penjelasan, Ketua DPRD Ponorogo dan para wakilnya langsung meninggalkan halaman DPRD Ponorogo masuk ke dalam gedung kembali, sedangkan para mahasiswa membubarkan diri dengan tertib kembali ke kampus dengan pengawalan ketat jajaran Polres Ponorogo.
Seperti diketahui para mahasiswa menuntut Pemerintahan Jokowi – JK membatalkan kenaikan Tarif Dasar Listrik atau TDL. Selain itu juga menuntut pembatalan kenaikan BBM, biaya STNK, TNKB, BPKB, SKCK dan kebijakan tak pro rakyat lainnya harus dibatalkan. (MNC)