MAGETAN — Jumlah kecelakaan lalu lintas yang terjadi selama tahun 2015 di Kabupaten Magetan, Jawa Timur menurun jika dibandingkan dengan tahun 2014. Kenyataan itu terangkum dalam kleidoskop 2015 yang dilansir Unit Kecelakaan Satuan Lalu Lintas Polres Magetan.

Data Unit lama Satklantas Polres Magetan, mencatat jumlah kecelakaan lalu lintas di wilayah setempat hingga jelang akhir tahun 2015 mencapai 471 kejadian. Dari jumlah tersebut terdapat korban meninggal mencapai 77 orang, luka berat sembilan orang, dan luka ringan 702 orang.

“Jumlah sebanyak 471 kejadian di tahun 2015 tersebut cenderung menurun dibandingkan dengan tahun 2014 lalu. Tahun 2014 jumlah kecelakaan mencapai 481 kasus dengan korban meninggal 85 orang, luka berat 13 orang, dan luka ringan 774 orang,” ujar Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Magetan AKP Eko Sanosin kepada wartawan di Magetan.

Menurut dia, seperti tahun-tahun sebelumnya, kecelakaan lalu lintas di wilayahnya masih didominasi oleh kendaraan roda dua dan mayoritas melibatkan anak muda. Hal itu disebabkan karena kondisi kejiwaan anak muda seperti pelajar masih labil dan cenderung ugal-ugalan saat mengendarai sepeda motor.

Untuk itu, pihaknya berupaya semaksimal mungkin menekan angka kecelakaan lalu lintas tersebut agar tidak bertambah jumlahnya dari tahun ke tahun. Salah satunya adalah mengefektifkan forum lalu lintas, yang terdiri dari Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, kepolisian, dan instansi yang terkait lainnya.

“Selain itu, juga dilakukan upaya perbaikan jalan raya, penambahan rambu-rambu lalu lintas, dan sosialisasi ke masyarakat termasuk ke sekolah-sekolah,” ucap dia.

Sementara, terdapat sejumlah titik di wilayah setempat yang dinyatakan rawan kecelakaan. Di antaranya di ruas jalan Magetan-Ngawi, Magetan-Madiun, dan jalan tembus Sarangan-Karaganyar yang menghubungan Provinsi Jawa Timur dengan Jawa Tengah.

Ruas-ruas jalan tersebut dinilai rawan kecelakaan lalu lintas karena kondisi jalannya lurus sehingga pengendara cenderung mengendarai kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Sedangkan di jalan tembus yang terdapat di lereng Gunung Lawu, rawan kecelakaannya karena jalan berkelok-kelok, menanjak, dan licin. Selain itu, juga kondisi jalan yang bergelombang, minim lampu penerangan jalan, dan faktorhuman error ikut berpeluang menyebabkan kecelakaan di Magetan.(MK)