PONOROGO – Mutasi jabatan kembali digulirkan Pemkab Ponorogo menjelang tahun baru 2017. Kamis (29/12) Bupati Ponorogo Drs. H. Ipong Muchlissoni melakukan pengukuhan, mutasi, pelantikan, dan pengambilam sumpah yang diikuti oleh 921 orang pejabat dari beberapa eselon seperti pejabat tinggi pratama, pejabat administrator, pejabat pegawai. Pelantikan pejabat pemerintah Kabupaten Ponorogo kali ini berlangsung di halaman Pendopo Pemkab Ponorogo.
Bupati Ponorogo Drs. H. Ipong Muchlissoni mengatakan bahwa mutasi merupakan sebuah amanah, semua dilakukan sesuai dengan kompetensi masing, melalui tes, sebelumnya juga ada seleksi yang sesuai aturan sesuai aturan dan terbuka untuk menentukan jabatan baru. “Sebelum pelantikan ini kita juga lakukan tes yang sangat selektif sesuai keahlian dan bidang masing-masing, sehingga kompetensi menjadi hal utama dalam penentuan jabatan,” ujar Bupati Ipong.
Dia juga berharap kepada pejabat yang mengalami penurunan eselon untuk tidak kecewa dan diharapkan tetap bekerja dengan maksimal guna mengabdi kepada masyarakat, loyalitas para pejabat atau pegawai sangat menentukan kemajuan sebuah pemerintahan. “Saya harapkan bagi yang mengalami penurunan eselon tetap semangat dan bekerja sesuai bidangnya, semua harus memiliki loyalitas yang tinggi, karena tanpa loyalitas semua akan tidak maksimal, apapaun hasilnya hari ini semua untuk kemajuan Ponorogo, saya pastikan mutasi ini bebas dari bayar membayar, tidak ada istilah wani piro, siapa yang berprestasi akan kita berikan kesempatan yang lebih baik,” tegasnya.
Selain itu bupati juga mengharapkan penyerapan anggaran yang belum terserap secara maksimal juga menjadi tugas para kepala dinas, untuk 2017 ini akan lebih disiplin dan lebih tertib.
Pada kesempatan itu dicanangkan kegiatan Sholat Subuh berjamaah. Bupati Ipong akan memulai dengan sholat subuh berjamaah di Masjid Agung Ponorogo. “Kami berharap Sholat Subuh Berjamaah ini diikuti para pejabat kepala satuan kerja atau SKPD Pemkab Ponorogo,” harap suami Hj. Sri Wahyuni ini.
Dia berharap kepada para camat dan kepala desa mengikuti kegiatan tersebut dengan sholat subuh berjamaah di lingkungannya masing-masing. Pihaknya yakin dalam waktu satu tahun mendatang masjid-masjid di Ponorogo akan ramai oleh para jamaah yang melaksanakan sholat subuh secara berjamaah. “Ponorogo harus menjadi kota Santri yang Religius,” pintanya. (MNC)