Ngawi- Moment yang tidak pernah dilepaskan oleh para jasa penukaran uang baru, jelang lebaran mereka tersebar di Ngawi kota dengan beragam bonus menjanjikan. Uang baru menjadi salah satu target utama setelah baju fitri, sudah menjadi kebiasaan umat muslim Ngawi jelang lebaran tiba. Tiap kali jelang lebaran, dipastikan ruas dalam kota nampak aktivitas dadakan jasa penukaran uang receh. Sepertihalnya di ruas jalan Jaksa Agung Suprapto Ngawi, menjadi salah satu sentra lapak jasa penukaran menjajakan uang pecahan dengan nominal bervariasi. Moment tersebut tidak di lepas Oleh Agus, salah satu jasa penukaran asal Solo mengatakan, bahwa dalam satu harinya dirinya mampu mendapat untung hingga Rp 600 ribu hanya dari penukaran uang yang jajakan. profesi yang cukup menjanjikan ia lakoni sudah 3 lebaran ini. 

 

“Saya sudah lama melakoni pekerjaan sebagai jasa penukaran uang  dan sudah tiga lebaran terhitung tahun ini, dengan hasil yang memuaskan,” ujarnya.
Jelasnya, warga yang tukar uang setiap Rp 100 ribu akan dikenakan biaya tambahan Rp 10 ribu. Setiap harinya Agus mengaku mendapatkan untung sekitar Rp 600 ribu dari jasa penukaranya. 
Uang yang dijajakan ini terangnya tetap dalam kondisi baik artinya setiap bendel pecahan senilai Rp 1 ribu sampai Rp 20 ribu selalu dibungkus plastik. Dalam menjalani profesinya Agus sudah mempersiapkan mulai awal puasa dengan menukarkan uang ke sejumlah bank. 
“Biasanya modal kita lebih dari Rp 10 juta dan uang sebesar itu kita tukarkan ke bank terlebih dahulu, ternyata jasa penukaran uang memang menjajikan hasilnya apalagi rata-rata masyarakat tidak keberatan apabila dikenakan potongan,” kupasnya.
Lain halnya dengan Rahmadi dengan profesi serupa, dirinya mengaku tertarik dengan jasa penukaran uang mendasar cerita teman dekatnya. Dengan keuntungan yang lumayan Agus mengaku nekat menjalani profesi penukaran uang meskipun harus pinjam kepada pihak lain sebagai modal awalnya. Dengan tidak menyombongkan diri untuk bekerja sebagai jasa penukaran uang ia rela menggadaikan surat kendaraan hanya untuk memburu rupiah dari jasa penukaran uang.
“Saya paham betul keuntungannya dan saya pula berani tanggung resiko untuk menggadaikan surat kendaraan hanya untuk modal ,” katanya.  Tidak main-main Rahmadi dalam setiap  musim lebaran sempat  mengeluarkan uang senilai Rp 30 hingga 35 juta lebih. ARD