Ngawi- Tidak dapat dipungkiri dan sudah menjadi rutinitas acap kali memasuki atau mendekati bulan ramadhan harga kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) pasti naik dipasaran. Tidak terkecuali di daerah seperti di Ngawi, Jawa Timur, kurang sepekan memasuki bulan ramadhan beberapa harga sembako sudah terlihat mengalami kenaikan bahkan terkesan pindah harga.

Seperti di Pasar Besar Ngawi terpantau harga gula dan telur naik secara signifikan terhitung sepekan sebelumnya. Untuk gula dari harga Rp 11 ribu/kilogram naik menjadi Rp 16 ribu/kilogram, telur dari Rp 18 ribu/kilogram menjadi Rp 20 ribu/kilogram. Sedangkan minyak goreng curah pun ikut naik dari Rp 9,5 ribu/kilogram menjadi Rp Rp 11 ribu/kilogram.

 

Hanya saja untuk beras rata-rata harganya masih stagnan dan stabil seperti beras jenis 64 hanya dipatok pada kisaran Rp 9,5 ribu/kilogram dalam sebulan terakhir. Stabilnya harga beras juga berlaku pada jenis premium demikian juga jenis beras ketan yang beredar dipasaran meskipun untuk wilayah Ngawi sendiri belum memasuki musim panen.

“Kalau beras harganya tidak ada kenaikan maupun sebaliknya tetapi harga lainya mulai gula dan telur naik luar biasa. Naiknya harga itu kemungkinan dipicu dari meningkatnya permintaan,” terang Gunawan pedagang sembako Pasar Besar Ngawi, Kamis (26/05).

 

Sementara harga sayur mayur sampai sejauh ini belum menampakan gelagat naiknya harga dipasar. Meski demikian menurut beberapa pedagang sayur kenaikan harga hanya terjadi pada bawang putih dari Rp 30 ribu/kilogram melesat naik Rp 34 ribu/kilogram tetapi bawang merah harganya masih terkontrol pada kisaran Rp 34 ribu/kilogram.

Sesuai keterangan Eni pedagang sayur mayur Pasar Besar Ngawi, memasuki bulan ramadhan tahun ini secara umum harga sayur mayur tidak seperti tahun sebelumnya yang hampir naik secara keseluruhan. Masih dalam ingatanya memasuki bulan ramadhan tahun 2015 lalu, utamanya harga cabai baik keriting maupun biasa harganya naik dua kali lipat dari harga normalnya.

 

“Tahun ini saya kira jenis sayur mayur harganya cukup stabil kalau toh naik itu hanya terjadi pada bawang putih. Itu pun juga tidak terlalu besar angka naiknya dan sekarang ini khususnya tomat harganya malah anjlok,” kata Eni dihadapan para wartawan.

Kemudian Suradji Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disdagsar) Ngawi mengatakan, pihaknya bakal memantau harga kebutuhan pokok sebelum bulan ramadhan maupun mendekati lebaran nantinya. Hanya saja sekarang ini harga kebutuhan sembako plus komoditi lainya termasuk sayur mayur masih terkendali.

“Pastinya kita akan melakukan pemantauan harga sembako dan lainya. Tetapi untuk sekarang ini harganya pun masih bisa dikontrol dengan baik kalaupun ada yang naik itu hanya beberapa jenis sembako maupun sayur mayur,” terang Suradji.