Bandung –  Presiden Ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku bangga dan lega atas penganugerahan gelar Doktor Kehormatan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) diraihnya setelah ia tidak menjabat sebagai Presiden RI.
“Sulit saya lukiskan kebanggaan dan kebahagiaan saya, karena hari ini saya mendapat gelar Doktor Kehormatan dari Institut Teknologi Bandung, salah satu universitas kebanggaan Indonesia yang memiliki sejarah panjang dalam pengabdian dan kontribusinya terhadap perjalanan bangsa,” ujar SBY.
SBY juga bahagia karena penganugerahan tersebut dilakukan saat dirinya tidak lagi menjabat sebagai Presiden RI sehingga dapat terhindar dari persepsi-persepsi negatif. “Namun dengan keadaan saya saat ini (tidak menjabat sebagai presiden) lembaga ini terhindar dari buruk sangka. Dan hingga saat ini tidak mudah untuk menemukan obat mujarab untuk buruk sangka dan berpikir negatif,” ujarnya di Aula Barat Kampus ITB Kota Bandung, Senin.
Sebagaimana diketahui, SBY memperoleh gelar Doktor Kehormatan sebagai bentuk penghargaan tertinggi sekaligus juga penghormatan kepada karya serta jasa-jasa SBY dalam berbagai bidang pembangunan berkelanjutan. Pada Sidang Terbuka ITB tersebut, SBY menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Kontribusi Sains dan Teknologi Terhadap Green Economy dan Pembangunan Berkelanjutan”.
Turut mendampingi dalam acara tersebut, Ibu Ani Yudhoyono, Edhie Baskoro dan istri Aliya Baskoro Yudhoyono, menantu SBY Annisa Pohan, mantan menteri Hatta Rajasa bersama istri. Selain keluarga, turut hadir mantan Wapres RI, Budiono serta mantan menteri KIB Jilid II, anggota DPR RI serta kader Partai Demokrat.
Dikutip KBN Antara, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Alumni, dan Komunikasi ITB Dr. Miming Miharja mengatakan penganugerahan gelar doktor kehormatan kepada SBY tersebut merupakan bentuk penghargaan ITB atas kontribusinya dalam bidang ilmu pengetahuan dan perubahan cara berpikir ke arah pembangunan berkelanjutan. “Kita tahu bahwa jasa-jasa dan kontribusi Pak SBY baik selama masa kepemimpinannya sebagai Presiden sampai sekarang masih bisa dirasakan. Walaupun sudah tidak Presiden RI tapi kiprahnya baik di dalam dan luar negeri masih banyak,” kata dia.