Ngawi-Ironis memang dengan situasi Desa di Kabupaten Ngawi, bagaimana tidak selama pertengahan bulan Mei, alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2016, baru 7 desa saja yang menyerap termin pertama pendistribusian alokasi dana desa tersebut dari total 213 desa penerima di 19 Kecamatan yang ada di Kabupaten Ngawi. seperti diungkapkan oleh  Bambang Supriyadi selaku Kepala DPPKA Kabupaten Ngawi mengatakan,bahwa atas lemahnya serapan ini pihaknya mengaku telah memberi peringatan bagi desa penerima ADD, agar program yang terealisasi tidak molor waktu dan di manfaatkan oleh desa dalam peningkatan pembangunannya.

“Duit ADD sudah siap. mohon kepada desa-desa yang belum mencairkan dana ini untuk termin pertama segera melakukan proses dikantor biar segera terserap jangan sampai mengolor waktu,” terang dia.

 

Masih menurutnnya, tujuh desa yang telah merealisasikan ADD 2016 termin pertama antara lain Ngrambe, Setono, Tawangrejo, Manisrejo, Mendiro dan Pucangan dan Babadan berasal dari Kecamatan Ngrambe.
Jumlah total angaran ADD mencapai Rp 126 miliar lebih dengan sistem pencairan dua kali termin masing-masing 50 persen, dengan kisaran serapan termin pertama sekitar Rp 300 juta. 
“Diharap paling tidak sampai akhir Mei ini semua desa sudah menyerap termin pertama dari ADD itu, ” pungkasnya.