PONOROGO – Langkah tegas ditunjukkan oleh orang nomor satu di lingkungan Pemkab Ponorogo dalam membangun Bumi Reyog. Terbukti Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni secara tegas menutup 8 tempat hiburan atau karaoke.
    Penjelasan itu disampaikan Ipong saat memberikan materi pada acara Forum Group Discussions atau FGD yang diadakan DPC Partai Demokrat Kabupaten Ponorogo tadi malam. “Beberapa hari lalu kami sudah menutup delapan tempat karaoke karena terbukti sudah menyalahi ijin usaha,” tegas Ipong.
    Menurutnya langkah tegas itu dilakukan karena banyaknya keluhan masyarakat terkait penyalahgunaan ijin Karaoke. “Kalau memang sudah sesuai ijin peruntukannya kita tidak menutup tapi jika memang menyalahi ijin peruntukannya, langsung kita tutup,” tambahnya.
    Selain menutup Karaoke, Ipong juga menegaskan tidak memberikan ijin pendirian minimarket atau swalayan modern di desa-desa. “Kami stop ijin pendirian swalayan modern di desa karena bisa mematikan pasar tradisional,” terangnya.
    Langkah Ipong itu mendapat apresiasi banyak pihak. Salah satunya dari tokoh penggiat LSM di Ponorogo, Damanhuri. “Kami dukung dan kami apresiasi penutupan tempat karaoke di Ponorogo, ini membuktikan Pemerintahan Bupati Ipong benar-benar berbenah,” ujar Damanhuri. 
    Senada dengan Damanhuri, Eko Mulyadi selaku Kepala Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong mendukung kebijakan Ipong yang menolak ijin minimarket modern di desa. “Semoga penyetopan ijin pendirian swalayan modern ini membangkitkan gairah ekonomi masayarakat desa,” papar Eko alias Aldo ini. (MUH NURCHOLIS)