PACITAN-Sejak bergabung menjadi salah anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Anggota Komisi X DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono yang akrab disapa Ibas semakin tersulut semangatnya untuk membela kepentingan rakyat Indonesia, hal ini disampaikan dalam Orasi Kebangsaan dalam acara Syukuran Warga PSHT Cabang Pacitan yang di gelar di Gedung Gasibu pacitan Jawa Timur. Suasana khas penyambutan warga baru PSHT begitu kental, pertunjukan seni bela diri khas Indonesia ini.

Dalam Orasinya Ibas mengungkapkan, PSHT tidak bisa lepas dari sejarah bangsa Indonesia, PSHT juga merupakan alat perjuangan dalam merintis kemerdekaan. “PSHT adalah pencak silat kultural yang didirikan sejak tahun 1922 oleh Ki Hajar Hardjo Oetomo, salah satu pahlawan perintis kemerdekaan Indonesia, keberadaan PSHT tidak terlepas dari sejarah bangsa Indonesia karena PSHT didedikasikan oleh perintisnya adalah sebagai alat perjuangan untuk merintis kemerdekaan dan memerdekakan Indonesia dari penjajahan,” beber dia, Selasa (18/12/2018).

Dikatakannya bahwa PSHT harus di optimalkan untuk kepentingan bangsa dan negara agar semangat kesatuan tidak mudah luntur.” PSHT harus kita optimalkan untuk kepentingan negara dan bangsa Indonesia, agar semangat kesatuan dan persatuan yang dulu digaungkan para pahlawan kita tidak pernah luntur,” cetus putra bungsu Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono ini.

Menjadi warga PSHT, dikatakan Ibas membuat tingkat kesadaran yang tinggi akan cita-cita bangsa.” Dengan PSHT, akan terbentuk kesadaran yang tinggi, bahwa kemerdekaan yang dicita-citakan oleh para pahlawan terdahulu merupakan keinginan luhur yang hingga hari ini terus menjadi spirit perjuangan oleh para penerusnya,” ujarnya.

Ibas menegaskan, hakekat hidup itu berkembang menurut kodrat iramanya masing-masing menuju kesempurnaan. “Kehidupan manusia sebagai mahkluk Tuhan yang terutama, hendak menuju keabadian kembali kepada causa prima titik tolak segala sesuatu yang ada, melalui tingkat ke tingkat namun tidak setiap insan menyadari bahwa apa yang dikejar-kejar itu telah tersimpan menyelinap di lubuk hati nuraninya,” ungkapnya bijak.

Menurut Ibas, makna Setia Hati dalam PSHT adalah sebuah penyadaran diri. “SETIA HATI sadar menyakini akan hakiki hayati itu dan akan mengajak serta para warganya menyingkap tabir atau tirai selubung hati nurani dimana SANG MUTIARA HIDUP bertahta,” tuturnya.

Dikatakan juga, Pencak silat salah satu ajaran SETIA HATI dalam tingkat pertama berintikan seni olah raga yang mengandung unsur pebelaan diri untuk mempertahankan kehormatan, keselamatan dan kebahagiaan dari kebenaran terhadap setiap penyerang. “Dalam pada itu SETIA HATI sadar dan yakin bahwa sebab utama dari segala rintangan dan malapetaka serta lawan dari kebenaran hidup yang sesungguhnya bukanlah insan, mahkluk atau kekuatan yang diluar dirinya. Oleh karena itu pencak silat hanyalah suatu syarat untuk mempertebal kepercayaan kepada diri sendiri dan mengenal diri pribadi, ” tukas Ibas

Makna silat, dikatakan Ibas, bukan hanya olah raga tetapi juga olah jiwa, agar hidup lebih bijaksana. “Maka SETIA HATI pada hekekatnya tanpa mengingkari segala martabat-martabat keduniawian, tindak kandas atau tenggelam pada jajaran Pencak Silat sebagai pendidikan ketubuhan saja, melainkan lebih menyelami kedalam lambang pendidikan kejiawaan untuk memiliki sejauh-jauh kepuasan hidup abadi lepas dari pengaruh rangka dan suasana.” ujarnya.

Agar diketahui, Ibas resmi bergabung sebagai warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) tingkat 1. Tak pelak, keinginannya menjadi pesilat itu disambut hangat oleh keluarga besar organisasi pesilat terbesar didunia tersebut saat wisuda sebagai anggota tingkat 1 oleh Padepokan PSHT Pusat Madiun di Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, Jatim, Rabu (12/9) lalu.