Senin, 20 November 2017

BERANDA | PROFIL | BERITA MAS IBAS | FOTO | VIDEO | KARIKATUR | SINERGIS | DAPIL VII JAWA TIMUR | PARTAI DEMOKRAT | FRAKSI PD DPR-RI | TESTIMONIAL

Untitled Document

Ruang Informasi

28 Oktober 2017

Pemuda Jangan Cuma Jadi Followers



JAKARTA-Sumpah pemuda menjadi tonggak sejarah bagi bangsa Indonesia,  tentang pentingnya nasionalisme,  sumpah pemuda mengingatkan bahwa pemuda punya andil besar bagi perjuangan bangsa.  Ketua fraksi Demokrat DPR RI Edhi Baskoro Yudhoyono punya kesan tersendiri terhadap peringatan sumpah pemuda tahun ini.  Menurutnya pemuda tidak boleh hanya ikut-ikutan atau Cuma jadi followers.

 

“Pemuda tidak boleh hanya ikut-ikutan  atau jadi folowers dan ikut arus,  kalau cuma ikut arus artinya tidak berguna,  pemikiran pemuda mesti revolusioner,  visioner dan inovatif,” tukasnya Sabtu (28/10).

 

Bagi Ibas, pemuda saat ini punya tantangan yang besar, mengingat saat ini era digital, pemuda mesti mampu mengolah informasi, pemuda juga harus mampu menikmati proses dan tidak melulu mengharapkan hasil yang instan. “Kalau pemuda sekarang, memiliki tantangan yang berbeda, saat ini kita dihadapkan dengan era digital, pemuda jangan berfikir dan bersikap instan, mesti menjalani segala proses dan tidak hanya konsetrasi terhadap hasilnya,” tutur dia. 

 

Meskipun secara positif, lanjut Ibas, media sosial punya peran menghubungkan antar manusia dengan manusia lainnya secara cepat,  untuk itu sudah seharusnya media sosial menjadi cara anak muda untuk menyebarkan semangat nasionalisme.” Semangat kebangsaan mesti disuburkan nilai-nilai pancasila,” lanjutnya. 

 

Sumpah pemuda menjadi momentum berharga bagi pemuda, untuk itu menurut Ibas, anak muda harus memiliki idealisme dan membangun kepribadian yang baik. “Menjauhkan diri dari sikap yang tidak bertanggung jawab. Pemuda mesti menumbuhkan sikap heroisme dan mampu menyebarkan nilai toleransi sesama manusia,” ucap dia. 

 

Ibas menyarankan agar pemuda menjauhkan diri dari paham radikalisme, agar tidak merusak masa depan diri sendiri. “Jauhkan diri dari penyebar radikalisme,  tumbuhkan jiwa cinta bangsa, jadikan Indoneaia yang aman, nyaman dan bersahabat. Tak perlu tertarik dengan ajakan intoleran, buat tren di kalangan anak muda yang cinta bangsa,  sebarkan semangat dan keberanian untuk memajukan bangsa,” pungkasnya.

 

 



Berita Lainnya:


Gali Potensi Altel Cilik, Ibas Gelar EBY Cup 2017


Reses, Ibas Tinjau Program PISEW Di Paron-Ngawi


Kurangi Pemanasan Global, Ibas Minta Konstituen Tanam Pohon


Begini Cara Ibas Majukan Ekonomi Dua Desa di Ngawi


Begini Cara Ibas Majukan Ekonomi Dua Desa di Ngawi
 




Copyright © Edhie Baskoro Yudhoyono - 2017