Rabu, 13 Desember 2017

BERANDA | PROFIL | BERITA MAS IBAS | FOTO | VIDEO | KARIKATUR | SINERGIS | DAPIL VII JAWA TIMUR | PARTAI DEMOKRAT | FRAKSI PD DPR-RI | TESTIMONIAL

Untitled Document

Ruang Informasi

10 Oktober 2017

Program KOTAKU Sukses Gelar Pelatihan Relawan



PONOROGO – Untuk mengatasi wilayah kumuh,  Program KOTAKU Ponorogo menggelar Pelatihan Relawan yang diadakan oleh Forum komunikasi Antar Lembaga Keswadayaan Masyarakat (FKA LKM/BKM) yang dipandu oleh tenaga konsultan pendamping program kotaku serta menghadirkan nara sumber dari dinas PKP, Bapeda, Kesehatan dan dari media,  Hal itu dilakukan untuk menyukseskan Program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh).
 
Moch Malik Arifin, ST selaku Askot Mandiri Ponorogo mengatakan, keberadaan Relawan tersebut untuk mendorong pemerintah sebagai nahkoda dalam mengatasi daerah kumuh. 
 
Para Relawan merupakan garda terdepan dalam memfasilitasi perubahan sikap dan perilaku masyrakat di wilayah masing-masing. Dia berharap para Relawan dapat seoptimal mungkin membelaki diri dalam pencegahan dan penanganan kawasan kumuh.
 
“Kami berkomitmen untuk mensukseskan program Kotaku dengan melibatkan berbagai komponen atau berkolaborasi Dengan begitu, pencanangan program Kotaku dapat tercapai dan menjadi solusi mengatasi masalah kawasan kumuh perkotaan,” kata Moch Malik Arifin, ST  saat melakukan pelatihan bagi 185 Relawan guna peningkatan kapasitas yang berasal dari 37 Desa/Kelurahan di Kecamatan Siman dan kecamatan Ponorogo, Selasa (10/10/2017) di Gedung Korpri Pemkab Ponorogo.
 
Sedangkan Masrul Harianto,SE selaku Senior Fasilitator saat memandu materi mengatakan, kegiatan penanganan kumuh di Ponorogo sendiri diawali dengan pendataan di seluruh desa pada 2014 lalu. Berdasarkan hasil pendataan, diperoleh prioritas penanganan kawasan kumuh hingga 2019 sebanyak 7 kelurahan (Paju, Brotonegaran, Tamanarum, Pinggirsati, Banyudono, Nologaten, Jingglong) sebagai lokasi peningkatan kualitas yang terindikasi kumuh dan 30 kelurahan/desa yang termasuk lokasi pencegahan. Adapun melalui kegaitan pemberdayaan masyarakat yang diawali sosialisasi,Refleksi perkara kritis dan pemetaan swadaya serta  pelatihan masyarakat sebagai upaya peningkatan kapasitas kelembagaan masyarakat.
 
Menurutnya, kawasan perkotaan dapat layak huni dan produktif jika ada peningkatan kualitas infrastruktur dan peningkatan akses masyarakat. “Kondisi tersebut juga harus diimbangi dengan perubahan sikap dan perilaku masyarakat. Jadi sinergitas dan kolaborasi dalam penanganan kawasan kumuh oleh semua pihak,” jelasnya.
 
Dia menambahkan bahwa  tujuan pelatihan relawan adslah untuk meningkatkan pemahaman peserta  mengenei  peranya relawan dalam penanganan kumuh dan juga untuk meningkatkan ketrampilan guna memfasilitasi kegiatan perubahan sikap dan prilaku, sosialisasi program kotaku dan pengembangan media warga. Menurutnya, target 0% kawasan kumuh bukan hanya tanggung jawab pemerintah tetapi juga masyarakat. “Relawan yang dilatih berasal dari 37 desa, masing-masing 5 orang per desa,” katanya. (mnc)


Berita Lainnya:


Bantu Pacitan, Ibas Ikut Gotong Royong Bersihkan Lumpur


Ribuan Korban Mengungsi, Ibas Ikut Berikan Layanan Dapur Umum


Terima Kasih Ibas Kepada Pahlawan Tanpa Tanda Jasa


Inilah Harapan Ibas Kepada Generasi Milenial di Masa Depan


BKKBN Bersama Ibas Kampanye Program KB
 




Copyright © Edhie Baskoro Yudhoyono - 2017