Jumat, 20 Oktober 2017

BERANDA | PROFIL | BERITA MAS IBAS | FOTO | VIDEO | KARIKATUR | SINERGIS | DAPIL VII JAWA TIMUR | PARTAI DEMOKRAT | FRAKSI PD DPR-RI | TESTIMONIAL

Untitled Document

Ruang Informasi

12 Oktober 2017

Dialog Kebangsaan Menggema Bersama Bupati Ponorogo Serta Habib Pekalongan



PONOROGO – Dialog kebangsaan Bersama Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Yahya dari Pekalongan (Jateng)  Dan Bupati Ponorogo (Jatim)  Drs. H. Ipong Muchlissoni  berlangsung Kamis (12/10/2017) di Pendopo Kabupaten Ponorogo. Dialog Kebangsaan tersebut mengambil  tema ‘Memperkokoh Wawasan Kebangsaan Demi Tetap Tegaknya NKRI’  yang diselenggarakan oleh Pemkab Ponorogo dengan penanggungjawab kegiatan Bupati Ponorogo dihadiri 500 orang.

 

Tampak hadir dalam acara itu, antara lain adalah Danlanud Iswahjudi Madiun Marsma TNI Pnb Samsul Rizal, M.Tr (Han), Danrem 081/Dsj Kolonel Inf R. Sidharta Wisnu Graha, Bupati Ponorogo  H. Ipong Muchlissoni, Wakil Ketua DPRD Ponorogo Anik Suharto, Dandim 0802/Ponorogo Letkol Inf Slamet Sarjianto, Wakapolres Kompol Suharsono, Kajari Ponorogo Suwandi, Ketua Pengadilan Negeri Ponorogo  Henny Trimira Handayani, Sekda dan OPD Pemda Kab. Ponorogo.

 

Selain itu jajaran Forpimka se-Ponorogo, Ketua MUI Kabupaten  Ponorogo KH. Anshor M Rusdi, Kepala  Kemenag Ponorogo H. Hadi Mutharom, Pimpinan Perguruan Tinggi Ponorogo, Ketua dan Anggota GP Anshor Ponorogo, Tokoh agama, masyarakat dan tamu undangan.

 

Dialog Kebangsaan dengan Moderator DR. KH. Suyudi, MA selaku Pengasuh Ponpes Wali Songo Ngabar Ponorogo/Ketua FKUB Ponorogo). Pada kesempatan itu  Bupati Ponorogo Drs. H. Ipong Muchlissoni mengucapkan terimakasih kepada tamu undangan dan Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Yahya yang berkenan hadir di Pendopo Ponorogo dalam rangka Dialog Kebangsaan. “Setelah kegiatan di Ponorogo nanti rencana Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Yahya akan mengisi giat Tabligh Akbar di Lanud Iswahjudi Madiun dalam rangka memperingati HUT TNI ke 72 tahun 2017,” kata Bupati Ipong.

 

Dia juga menyampaikan secara umum perkembangan situasi di wilayah Ponorogo sangat aman dan kondusif. “Menyikapi tentang pemberitaan di media masa saat ini kami merasa prihatin karena marak berita hoax atau palsu yang menjadi santapan setiap hari, dan hingga saat ini sulit untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah,” terangnya.

 

Selain itu pihaknya merasa bangga karena baru tahun ini yang mulia Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Yahya hadir di Ponorogo. “Karena kehadiran beliau Habib Lutfi sudah ditunggu warga masyarakat Ponorogo. Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Yahya tidak hanya ahli tariqoh, beliau juga bisa dikatakan sebagai penjaga Indonesia karena beliau mengetahui bagaimana Indonesia bisa tegak, berdiri, dan jaya seperti sekarang ini,” paparnya. Dalam dialog kebangsaan hari ini Bupati menegaskan bahwa NKRI sudah final dan harga mati, mengenai tentang NKRI sudah tidak perlu didiskusikan lagi.

 

Sementara itu Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Yahya mengatakan bahwa setiap mengadakan kegiatan atau event beliau selalu mendahulukan untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan teks Pancasila agar masyarakat tergugah lagi rasa nasionalime. “Dan ikut handerbeni dan rasa memiliki sehingga melahirkan rasa syukur kita kepada Allah SWT dan para pendahulu kita,” tutur Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Yahya.

 

Selain itu, menurut Habib  dalam setiap lagu kebangsaan Indonesia Raya mengandung ikrar bagi rakyat Indonesia untuk berjanji dan bangga menjadi rakyat Indonesia untuk menuntun rasa Nasionalisme kita untuk mempertahankan NKRI walaupun kita berada dimanapun akan tetap menjunjung tanah air dan bertumpah darah Indonesia. “Sebagai rakyat yang cinta tanah air dan tumpah darah Indonesia jangan sampai kita luntur sedikitpun rasa nasionalisme kita dalam menjaga NKRI,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut dia juga menegaskan hampir selama 350 tahun negara kita Indonesia dijajah, pada waktu itu negara kita memang sudah dipecah-belah atau diadudomba supaya rakyat Indonesia menjadi tetap bodoh, namun pada saat itu para ulama-ulama dan rakyat berani bangkit untuk merubah rakyat yang saat itu terpecah dan bodoh supaya menjadi rakyat yang dapat berkembang dan berpendidikan. “Melalui pendidikan-pendidikan pesantren sehingga muncul para santri-santri yang memiliki rasa nasionalisme sehingga tidak mudah di pecah dan mau bangkit demi melawan kebodohan demi kemerdekaan RI yang terus berkembang sampai saat ini,” paparnya.

 

Bahkan dia menambahkan sejarah harus kita ingat untuk menumbuhkan rasa nasionalisme, akan tetapi saat ini banyak generasi muda yang sudah melupakan sejarah, padahal negara kita mulai sejak dulu sudah maju dengan bukti banyaknya peninggalan peninggalan sejarah yang sampai saat ini masih ada dan terbukti dapat menarik wisatawan asing datang di negara kita. “Karena itu merupakan salah satu jati diri negara bangsa Indonesia yg sampai saat ini harus dipertahankan,” harapnya.

 

Pun, habib menambahkan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia bukan merupakan hadiah dari negara lain. “Kemerdekaan bangsa Indonesia diraih melaui tetesan keringat, airmata dan darah dari para pejuang dan para ulama serta rakyat Indonesia yang bersatu berjuang mengusir penjajah dari Indonesia. Oleh karena itu semua unsur kekuatan diantaranya TNI, Polri, Ulama/Umarok dan Masyarakat bersatu NKRI akan tetap jaya dan kuat selamanya,” pungkasnya. (mnc)

 



Berita Lainnya:


TNI Bersama Petani Turun Memanen Jagung


SMAN 1 Magetan Dapat Sosialisasi Empat Pilar Dari Ibas


Ibas Ajak Petani Aplikasi Sistem Pertanian Moderen


Luar Biasa, Kader PKK Pelopori Gerakan Peduli Anak Yatim Piatu Ponorogo


Pemasangan Keramik Pasar Sumoroto Ponorogo Tidak Bermasalah
 




Copyright © Edhie Baskoro Yudhoyono - 2017