Senin, 20 November 2017

BERANDA | PROFIL | BERITA MAS IBAS | FOTO | VIDEO | KARIKATUR | SINERGIS | DAPIL VII JAWA TIMUR | PARTAI DEMOKRAT | FRAKSI PD DPR-RI | TESTIMONIAL

Untitled Document

Ruang Informasi

27 April 2017

Ibas : Budaya RI Kuat karena Rakyatnya Cinta Budaya



Jakarta - Rancangan Undang-Undang tentang Pemajuan Kebudayaan ditargetkan untuk bisa disahkan menjadi Undang-undang pada akhir April 2017 sebagai kelanjutan dalam pembahasan tingkat satu di DPR RI. Ketua Fraksi Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono menjelaskan proses panjang pembahasan RUU Kebudayaan sampai menjadi RUU Pemajuan Kebudayaan adalah langkah konkrit DPR dan Pemerintah menghadirkan payung hukum untuk mengatur, melestarikan, dan mewujudkan ketahanan budaya bangsa agar dapat melewati berbagai perkembangan jaman.

“Indonesia kaya dengan budaya sejak zaman nenek moyang kita terdahulu. Ini bukti dan wujud nyata sejak dulu bangsa Indonesia cinta dengan nilai-nilai budaya. Generasi kita sekarnag harus melestarikan dan mengawal nilai-nilai budaya ini mampu terus bertahan dan melewati masa-masa perubahan,” pungkas Ibas sapaan akrab Edhie Baskoro di Jakarta.

RUU yang berisikan sembilan bab dan 58 pasal tersebut salah satunya mengatur tentang sumber pembiayaan untuk kebudayaan mulai dari APBN, APBD, hingga dari masyarakat yang disebut dana perwalian. Selain itu, pelestarian dan pengembangan kebudayaan juga diserahkan pada daerah masing-masing sebagaimana kebudayaan lahir di daerah asal kemudian menjadi kebudayaan nasional.

“Peran serta negara dan masyarakatnya menjadi kunci mewujudkan ketahanan budaya bangsa. Di daerah-daerah pelosok negeri yang saya kunjungi, masyarakat selalu menyambut dengan sangat antusias melalui berbagai aneka pagelaran budayanya masing-masing. Oleh karenanya, implementasi UU Pemajuan Budaya akan semakin memperkokoh budaya bangsa kita,” tambah wakil rakyat asal Dapil VII Jawa Timur ini.

Mengingat objek pemajuan kebudayaan yang meliputi sejumlah aspek bahasa, adat istiadat, seni, perfilman, musik, manuskrip dan lain sebagainya, Ibas optimis UU Pemajuan Kebudayaan bisa mendorong Indonesia semakin diperhitungkan di percaturan budaya internasional.

“Budaya kita harus terus maju dan berkembang, pentas seni Reog Ponorogo, jaranan khas Trenggalek, keris, wayang kulit, batik, candi, gamelan, kuliner dan aneka ragam budaya kita harus terus bergema dan menjadi identitas bangsa kita di pentas internasional,” tambahnya.

Ibas berharap RUU Pemajuan Kebudayaan yang melengkapi keberadaan UU Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya dapat menjawab tantangan-tantangan kemajuan globalisasi. “Salah satu tantangan kebudayaan kita adalah menghadirkan generasi penerus yang cinta budaya.  Jadi tidak sekedar terbentuk sistem yang melindungi berbagai aset kebudayaan dan warisan masa lalu yang dimiliki Indonesia. Tapi bagaimana regenerasi budaya bisa tercipta dengan kondusif. Kita optimis substansi dalam RUU ini bisa terakomodir melalui berbagai peraturan turunannya, seperti Peraturan Pemerintah,” tutup Ibas.



Berita Lainnya:


Gali Potensi Altel Cilik, Ibas Gelar EBY Cup 2017


Reses, Ibas Tinjau Program PISEW Di Paron-Ngawi


Kurangi Pemanasan Global, Ibas Minta Konstituen Tanam Pohon


Begini Cara Ibas Majukan Ekonomi Dua Desa di Ngawi


Begini Cara Ibas Majukan Ekonomi Dua Desa di Ngawi
 




Copyright © Edhie Baskoro Yudhoyono - 2017