Senin, 20 November 2017

BERANDA | PROFIL | BERITA MAS IBAS | FOTO | VIDEO | KARIKATUR | SINERGIS | DAPIL VII JAWA TIMUR | PARTAI DEMOKRAT | FRAKSI PD DPR-RI | TESTIMONIAL

Untitled Document

Dapil VII Jawa Timur

16 Maret 2016

MANISNYA BISNIS BUAH DURIAN TRENGGALEK



Trenggalek - Datangnya musim buah durian di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur membawa berkah tersendiri bagi para pedagang buah, mereka mampu meraup hingga puluhan juta rupiah dari hasil jual beli raja buah.
 
Salah satunya seperti terlihat di rumah Yani Prasongko, Warga Desa Sawahan, Lecamatan Watulimo, tumpukan buah durian memadati garasi rumahnya. Buah durian tersebut seluruhnya merupakan komoditas lokal Trenggalek yang didapatkan dari sejumlah kecamatan, seperti Watulimo, Kampak dan Kecamatan Munjungan. 
 
Pada musim durian kali ini, Yani mengaku, dalam sehari rata-rata ia mampu memasok tiga mobil "pickup" durian, kesejumlah kota di Jawa Timur, seperti Kediri, Tulungagung, Blitar , Surabaya dan sejumlah kota lain.
 
"Kalau omset penjualan perhari sekitar Rp50 juta," katanya.
 
Menurutnya, buah durian asal Trenggalek, saat ini menjadi salah satu buruan di para penggemar durian Jawa Timur, karena selain rasanya yang legit, juga memiliki banyak jenis dan varian rasa. " Karena setiap kecamatan itu memiliki rasa yang berbeda-beda," ujarnya.
 
Yani menambahkan, buah durian yang dipasok ke wilayah Trenggalek dan beberapa kota sekitar biasanya merupakan buah yang telah masak di pohon, sedangkan untuk durian yang dipasok ke kota Surabaya dan sekitarnya dikirim dalam kondisi mentah. 
 
"Untuk Surabaya, meskipun dikirim mentah, tapi standar pemetikan dan kondisi buah harus benar, karena kalau salah, durian tersebut tidak bisa matang," imbuh Yani. 
 
Sejumlah pedagang mengaku, volume panen raya durian di kecamatan Watulimo saat ini mengalami penurunan tajam bila dibanding tahun lalu. Sebelumnya setiap pedagang besar rata-rata mampu memasok buah durian ke luar kota hingga lima mobil pickup, sedangkan saat ini rata-rata hanya tiga pikap.  "Ini dipengaruhi oleh cuaca yang tidak menentu dan banyaknya hama pengerat," pungkasnya.  (dim)


Berita Lainnya:


Gali Potensi Altel Cilik, Ibas Gelar EBY Cup 2017


Reses, Ibas Tinjau Program PISEW Di Paron-Ngawi


Kurangi Pemanasan Global, Ibas Minta Konstituen Tanam Pohon


Begini Cara Ibas Majukan Ekonomi Dua Desa di Ngawi


Begini Cara Ibas Majukan Ekonomi Dua Desa di Ngawi
 




Copyright © Edhie Baskoro Yudhoyono - 2017