Jakarta – Pertandingan final Piala Eropa 2012 yang akan digelar Senin dini hari (2/7) kembali mempertemukan dua tim yang pernah berlaga dalam satu grup, yakni Italia versus Spanyol.

 

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono, atau yang biasa disapa Ibas turut memberikan komentar terkait laga final Piala Eropa 2012 ini. Bahkan, politisi muda ini memprediksi  tim Spanyol akan kembali memegang gelar juara pada Piala Eropa 2012. “Pertandingan final nanti akan sangat menarik dengan dimenangkan Spanyol meskipun hal ini tidak mudah,” prediksi politisi muda ini.

 

Ibas menyampaikan alasannya memegang  tim Spanyol karena dikenal konsisten dalam setiap laganya. Menurut Ibas, Spanyol unggul dalam hal strategi permainan dan memiliki modal kekompakan untuk menekuk lawan-lawannya.

 

“Spanyol adalah  tim yang konsiten baik pelatih maupun pemain-pemainnya.  Sejauh ini, mereka membawakan strategi dan gaya permainan Matador yang sangat kompak, solid dan handal dalam memainkan si kulit bundar sampai mencetak gol ke gawang lawan-lawannya,” terang Ibas.

 

Hal lain yang menguatkan keyakinan Ibas bahwa Spanyol akan tampil juara pada Piala Eropa tahun ini karena tim Spanyol sudah membuktikan ketangguhannya sebagai juara pada laga Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010.  “Semua terbukti dari Piala Eropa sebelumnya dan Piala dunia kemarin. Saatnya Spain membuktikan sebagai tim terbaik selama dekade. Back to back champion bisa diperoleh Spain. Kesempatan untuk tim Matador mengejar tiga gelar berturut-turut di Piala Eropa 2012 ini.” harap Ibas.

 

Kendati demikian, Anggota DPR RI ini mengingatkan bahwa sepak terjang tim Italia juga tidak bisa diremehkan. Walau Spanyol diunggulkan, tim Kuda Hitam Italia juga memiliki peluang untuk menang. “Gaya pertahanan Italia sangat sulit ditembus lawannya.  Harus diwaspadai juga gaya serang Italia lewat counter attack-nya ,” ujar Ibas yang juga penggila bola ini.  

 

Modal lainnya yang menurut Ibas dimiliki Italia adalah pemain-pemainnya yang memiliki pengalaman dan mental juara. “Spirit untuk menang tetap ada. Apalagi dengan pemain-pemainnya yang  sarat dengan pengalaman bertandingnya,” tutup Ibas.