Upaya mendekatkan diri dengan masyarakat terus dilakukan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Dapil VII Jawa Timur, Edhie Baskoro Yudhoyono. Terbukti, Senin malam (12/11) dan Selasa (13/11) Ibas, panggilan akrab EBY mengunjungi Kampung Halaman Presiden SBY. Ibas merasa bangga karena pada kunjungannya kali ini, dapat melihat langsung melihat kondisi konstituennya di Desa Tumpuk, Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan yang sebelumnya telah memperoleh manfaat penerangan melalui Program Listrik Mandiri Rakyat (LIMAR).
Seperti diketahui, program LIMAR di Kabupaten Pacitan sudah berjalan. Desa Tumpuk, Kecamatan Bandar menjadi salah satu desa yang memperoleh manfaat program penerangan tersebut. Atas berjalannya program tersebut, Ibas menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Pacitan yang bekerjasama dengan Perusahaan Gas Negara lewat programCorporate Social Responsibility (CSR). 
“LIMAR tepat sasaran. Terbukti masyarakat yang saya kunjungi begitu merasakan manfaat penerangan di malam hari,” ujar Ibas usai mengunjungi Desa Tumpuk, Kecamatan Bandar Pacitan, Senin Malam (12/11).
Pada kesempatan itu, Ibas juga menyerahkan bantuan TV di balai desa sebagai sarana hiburan masyarakat yang sejauh ini kesulitan mengakses informasi. Dan juga memberikan peralatan penggilingan ketela untuk warga setempat. 
“Sebelumnya, saya mendengar ada aspirasi dari masyarakat di Desa Tumpuk. Setelah ada penerangan melalui program LIMAR, juga membutuhkan sarana hiburan. Untuk itu, pada kesempatan yang baik ini, saya memberikan bantuan agar masyarakat bisa terhibur,” tambah Ibas.
Selain itu Ibas juga mengunjungi UKM Krupuk Rumput Laut di Desa Sekar, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan. Ibas bangga dengan kreatifitas perempuan warga Desa Sekar yang mengolah Krupuk Rumput Laut. 
“Kita harus bangga dengan produk unggulan Krupuk Rumput Laut Desa Sekar ini serta wajib mengembangkan,” ujarnya. 
Selain itu Ibas juga mengunjungi objek wisata Goa Gong, Desa Bomo, Kecamatan Punung. Dia merasa bangga dengan keindahan objek wisata Goa Gong. Menurutnya, Goa Gong menjadi salah satu kebanggaan Indonesia karena keindahannya. “Kita bangga karena meski Kabupaten Pacitan dikenal dengan daerah yang kering, namun ada objek wisata yang potensial dan tidak kalah dengan objek wisata terkenal di daerah lain,” ujar Ibas yang juga mengelilingi lokasi goa. 
Untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, Ibas juga menyapa pendengar Radio Gerindulu FM. Rangkain Talk Show sekitar setengah jam tersebut, Ibas sempat menyampaikan salam dari Presiden SBY untuk warga Pacitan. Pada kesempatan itu, Ibas menyampaikan tujuan kegiatan kunjungan kerjanya kali ini untuk memaksimalkan fungsi menyerap aspirasi masyarakat. 


Ibas juga berjanji akan memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui Griya Aspirasi EBY Pacitan dan Mobil Aspirasi EBY. Bukan itu saja, Ibas juga berharap kepada generasi muda Pacitan untuk selalu semangat dan optimis dalam mengembangkan potensi daerah.
Rangkaian acara di Kota Seribu Goa, Ibas juga berkenan memberikan bantuan gerobak dorong kepada sejumlah pedagang kaki lima binaan Griya Aspirasi EBY berikut perlengkapannya. Menurutnya bantuan tersebut diberikan kepada enam pedagang kaki lima yang berada di seputaran Pacitan. Mayoritas mereka penjaja aneka kuliner berbahan baku lokal. 
Misalnya saja seperti nasi goreng, mi goreng, soto serta
bakso. “Dengan bantuan tersebut, diharapkan usaha mereka bisa lebih berkembang,” ujarnya.
Dono, pedagang nasi goreng keliling asal Desa Bangunsari, Kecamatan Pacitan mengaku bersyukur dengan diberikannya bantuan tersebut. Ia pun berharap, dengan sumbangan seperangkat gerobak dorong beserta kelengkapannya itu bisa membuat usahanya lebih berkembang. 
“Selain dapat bantuan gerobak, kami juga diberikan training memasak nasi goreng dengan bumbu-bumbu pabrikan,” ujar bapak dua anak ini, disela-sela kesibukannya memasak nasi goreng diteras Griya EBY Pacitan.
Hal senada juga dirasakan, Atik. Penjual soto asal Desa Mentoro,
Kecamatan Pacitan ini sangat berterimakasih atas kepedulian EBY
memikirkan pedagang kaki lima di Pacitan. Ia berharap, kedepan semua pedagang kaki lima yang produktif bisa difasilitasi semacam itu.
“Gerobak ini juga akan saya pergunakan jualan nasi goreng sama mie goreng, Mas,” cetus Atik. 
Ibas juga sempat mengunjungi lokasi pelaksanaan Program PPIP Desa Tegalombo, Kecamatan Tegalombo. **