S

ekretaris Jendral DPP Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono hari ini, Senin (25/3/2013) membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dalam kasus pencemaran nama baik dengan terlapor mantan wakil direktur keuangan group permai, Yulianis.

 

Ibas tiba di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, pada sekitar pukul 11.30 WIB, Senin (25/3/2013). Pria berkemeja batik warna ungun ini didampingi pengacara bernama Agus Dwi Warsono. “Saya hari ini datang untuk menindak lanjuti hasil pelaporan yang saya serahkan ke Polda beberapa saat lalu. Saya berharap kepolisian dapat segera melanjutkan perkara saya ini. Sehingga hukum di negara kita menjadi tegak,” kata Ibas.

 

Sebelumnya Putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu melaporkan kasus tersebut di Polda Metro Jaya dengan nomor laporan TLB/909/III/2013/PMJ/Ditreskrimum, yang mengacu pernyataan Yulianis yang dimuat di Koran Sindo yang menyatakan bahwa dirinya menerima uang sebesar 200.000 dollar AS untuk kongres Partai Demokrat di Bandung pada tahun 2010. Ibas menyebut pernyataan Yulianis itu sudah mencemarkan nama baiknya dan merugikan keluarga termasuk sang ayah Presiden SBY.

 

“Tentu kedua orang tua saya, terlebih ayah saya, Dr Haji Susilo Bambang Yudhoyono dalam kedudukannya sebagai Presiden RI,” kata Ibas, Rabu (20/3/2013).

 

Ibas berharap, laporannya tersebut bisa diproses oleh penyidik karena menurut dia itu sudah merugikan. “Dengan begitu hukum di negara kita semakin tegak,” ucapnya.

 

Usai membuat laporan, Ibas sendiri membantah tuduhan Yulianis. “Terhadap pemberitaan dan pernyataan tersebut, saya ingin mengulangi sekali lagi, bahwa hal tersebut sama sekali tidak benar. Saya tidak pernah menerima uang sebagaimana dikatakan oleh Saudari Yulianis,” kata dia, membaca pernyataan persnya.Dengan pengaduan tersebut, dia berharap agar segera ada penyelesaian hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (Ld)