Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono yang biasa disapa Ibas mendorong agar kontroversi pembangunan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi yang kini tengah bergulir agar bisa diselesaikan dengan mekanisme yang benar.

 

“Terkait kontroversi pembangunan gedung KPK, tentunya apapun program kerja KPK termasuk kebutuhan akan gedung baru, sesungguhnya merupakan wilayah kewenangan KPK dan DPR untuk membahas itu. Oleh karenanya, sebaiknya kita dorong agar bisa diselesaikan dalam mekanisme pembahasan yang  tepat sesuai dengan aturan yang berlaku,” ungkap politisi muda ini.

 

Ibas juga menilai aksi pengumpulan sumbangan untuk pembangunan gedung KPK seharusnya tidak diperlukan.  “Sikap sukarelawan memang patut diapresiasi. Namun terkait pembangunan gedung KPK, seharusnya tidak perlu dengan sumbangan-sumbangan secara independen,”  harap Ibas.

 

Ditambahkannya, terlepas dari polemik pembangunan gedung baru KPK, lembaga ini harus terus berupaya memaksimalkan kinerjanya untuk menyelesaikan kasus-kasus korupsi tanpa pandang bulu.

“Mengenai kasus – kasus  hukum yang menurut KPK akhir-akhir ini terus meningkat  biarlah diserahkan sepenuhnya ke lembaga ini. Sudah kewenangan sekaligus tupoksi KPK untuk terus menegakan hukum sekaligus juga menyelesaikan kasus-kasus korupsi yang marak terjadi,” tambahnya.

 

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat ini juga menyampaikan apresiasinya atas kinerja KPK yang akhir-akhir ini banyak mengungkap kasus-kasus korupsi di tanah air seperti  kasus korupsi pengadaan Alquran di Kemenag.  “Kita apresiasi atas prestasi-prestasinya dan berharap agar KPK terus konsisten dan menjaga profesionalitasnya dalam mengungkap dan menyelesaikan kasus-kasus tersebut hingga tuntas. Kita terus dorong agar KPK terus memberikan shock therapy  agar Indonesia menjadi negara bebas korupsi,”  ujar Ibas optimis.