Jakarta – Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, menyampaikan  laporan kinerja FPD DPR RI periode 2014 – 2019 sampai dengan hari Rabu, (9/9/2015) yang merupakan hari bersejarah karena bertepatan dengan hari ulang tahun Ketua Umum PD.  Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang ke-66 dan Partai Demokrat yang ke-14 dengan tema “Empat Belas Tahun Partai Demokrat Bersatu, Maju untuk Kesejahteraan Rakyat”.
 
Menurut Ibas, sapaan akrab Edhie Baskoro Yudhoyono, penyusunan buku Laporan Kinerja FPD DPR RI dimaksudkan sebagai wujud pertanggugjawaban segenap anggota FPD di DPR RI periode 2014 – 2019 yang diberikan amanah oleh rakyat Indonesia sebagai wakilnya di Parlemen. “Sebagai perpanjangan tangan dan penugasan DPP PD di DPR RI, buku laporan ini juga disusun untuk menyampaikan dengan seksama proses dan kinerja yang telah dicapai oleh setiap anggota FPD DPR RI dalam menjalankan tupoksinya di Parlemen seperti fungsi legislasi, fungsi budgeting dan fungsi pengawasan,” terang Ibas dalam acara HUT ke 14 PD yang dihadiri Ketua Umum PD, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2015). 
 
Ibas menambahkan, FPD memang tergolong relatif muda mengingat saat ini baru berusia 3 periode yaitu 11 tahun.  “Dalam perjalanannya, tentu terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi FPD baik yang bersifat internal dan eksternal,” katanya.  
 
Namun demikian, sambung anggota Komisi I0 DPR RI ini,  komitmen FPD yang segaris dengan arahan dan kebijakan DPP PD melalui tema besar yaitu “Untuk Rakyat Demokrat Peduli dan Beri Solusi” akan terus berupaya keras mengatasi permasalahan, menjawab segala tantangan dan terus fokus dalam upaya memperjuangkan kepentingan rakyat dengan menjalankan politik “Bersih, Cerdas dan Santun” yang diajarkan oleh SBY selaku Ketua Umum Partai Demokrat. “Dengan itu, kami menyadari betapa penting bagi seluruh anggota FPD DPR RI untuk selalu introspeksi, mawas diri, terus berbenah sekaligus me-modernisasi dan senantiasa meningkatkan kinerjanya di semua bidang yang ditugaskan, khususnya dalam menjemput dan me-respon seluruh aspirasi – aspirasi masyarakat,” papar Ibas.
 
FPD sebagai “penyeimbang” akan terus setia menjadi mitra rakyat, mitra pemerintah dan mitra media dengan semangat kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas menjadi mata, telinga dan hati rakyat untuk menuju Indonesia yang lebih aman, adil, demokratis, sejahtera dan lebih dihargai dunia.
Di bagian lain Ibas mengatakan, Indonesia saat ini mengalami banyak tantangan seperti kondisi ekonomi yang mengalami penurunan, krisis finansial global yang mempengaruhi nilai tukar Rupiah.
 
Ditambahkannya, naiknya harga berbagai bahan pokok, meluasnya PHK, kekeringan yang panjang disertai kabut asap sebagai akibat kebakaran hutan di sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan, dan konflik antara beberapa institusi hukum serta minimnya “Trust”, koordinasi dan sinergi oleh beberapa stakeholder. “Kami bersama DPP Partai Demokrat terus melakukan komunikasi dalam mencermati masalah – masalah ini. Ternyata perlahan “the silent majority” sadar, bahwa sesungguhnya mengelola negeri ini tidak semudah yang mereka bayangkan dengan ekspektasi yang sangat tinggi,” pungkas Ibas.
 
Sementara dalam sambutannya, Ketum PD, SBY mengatakan, ke depan PD harus membangun diri, meningkatkan infrastruktur, kurtur dan kemampuan kader PD untuk membangun bangsa dan negara. “Partai kita telah melampaui sejumlah ujian sejarah, ada kalanya mentari bersinar terang adakalanya mendung menggantung. Mari kita ambil hikmah dan pelajaran dari semua yang kita lalui bersama,” kata SBY. 
 
Khusus kepada seluruh anggota FPD, SBY memberikan empat instruksi untuk dijalankan kader. Pertama, FPD diminta mengkritisi dan memastikan APBN-P 2015 dan 2016 yang disusun pemerintah harus tepat dan masuk akal. “Pastikan, ingatkan presiden, para menteri dan lembaga-lembaga negara lainnya. Prioritaskan untuk mengatasi ekonomi kita yang tengah mendapatkan tekanan,” tegas SBY.
 
“Kedua, FPD harus mengawal semua policy pastikan tepat dan realistis dan lebih diarahkan untuk mengatasi perekonomian kita,” lanjut SBY
 
Ketiga, SBY berpesan, agar FPD  mendengarkan suara dan aspirasi rakyat. “Dengarkan percakapan rakyat di media sosial, itu lebih orosinil, tidak ada yang dipotong-potong. Teruslah berkomunikasi, bertemu mendangarkaan suara rakyat di dapil masing-masing, mendengarkan kecemasan, serta ketidakpuasan rakyat,” ujarnya berpesan agar seluruh kader Demokrat turut memberikan solusi dan kontribusi nyata. 
 
Terakhir, SBY meminta jika keputusan pemerintahan Jokowo-JK dan para menterinya tepat sesuai aspirasi rakyat, maka FPD harus mendukung penuh. “Jangan karena kita tidak di kabinet lantas kita tolak. Sebaliknya jika tidak tepat, demi rakyat jangan ragu-ragu untuk mengingatkan dan mengkritisi pemerintah,” tutup Presiden RI ke-6 ini.