Jakarta – Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa Ibas menegaskan proses penentuan Daftar Calon Sementara (DCS) Partai Demokrat dilakukan dengan tranparan dan objektif. Hal ini disampaikan Ibas menanggapi  informasi yang menyatakan sejumlah nama keluarga dan kerabat dekat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tercatat masuk dalam DCS Demokrat.  

 

“Partai Demokrat telah menerapkan sistem rekrutmen dan penentuan Daftar Calon Sementara (DCS) secara transparan dan objektif. Dalam menyusun DCS, Partai Demokrat menggunakan sistem yang rapi dan persyaratan yang ketat.  Proses penjaringan pun berlapis dan diseleksi awal oleh tim satgas penjaringan, dan kemudian oleh Majelis Tinggi Partai Demokrat (MTP). DPP Partai Demokrat juga melibatkan DPD-DPD  Partai Demokrat seluruh Indonesia sehingga nama-nama yang masuk DCS terpilih itu bukan karena hubungan keluarga,” ujar Ibas.

 

Terkait nama-nama keluarga dan kerabat, Ibas menjelaskan bahwa hak semua orang untuk berkarir di bidang apapun termasuk di bidang politik. Ibas justru mengingatkan bahwa, nama-nama tersebut sudah lama aktif berjuang dan memajukan Partai Demokrat.

 

“Sejak 2001 ketika Partai Demokrat baru berdiri, terus terang tidak ada yang melirik dan mau bergabung. Yang mau dan berani bergabung adalah sejumlah tokoh dan keluarga, (isteri, kakak, adik). Setelah itu mereka aktif berkarier, jadi anggota DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/Kota dari FPD. Kalau mereka berlanjut lagi, seperti suami-isteri, kakak-adik jadi anggota DPR RI/DPRD lagi, maka itu hak mereka,” terang Ibas.

 

Ibas menambahkan, Partai Demokrat secara objektif dan transparan juga membuka peluang bagi masyarakat umum untuk berjuang melalui Partai Demokrat. “Selain kader yang sudah aktif, Partai Demokrat juga membuka peluang bagi non kader, meskipun jumlahnya hanya sekitar 10 persen untuk berjuang melalui Partai Demokrat,” tambahnya.