JAKARTA-Bertepatan dengan hari Disabilitas Internasional Senin (3/12/2018) Anggota Komisi X DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono atau biasa disapa Ibas berharap kaum disabilitas memperoleh hidup yang layak, dengan didukung oleh fasilitas yang memadai. Keterbatasan akses ke fasilitas publik, termasuk angkutan umum, salah satunya disebabkan infrastruktur yang tersedia belum ramah terhadap penyandang disabilitas.

 

Ibas menuturkan Indonesia perlu menjadi negara yang ramah bagi penyandang disabilitas dengan belajar dari negara-negara lain. “Kita perlu belajar dari Jepang atau Jerman yang sangat ramah terhadap penyandang disabilitas, mereka juga memberi ruang berkarir yang sama bagi penyandang disabilitas,” ujarnya.

 

Di Indonesia, sekolah bagi penyandang disabilitas menghadapi tantangan yang juga luar biasa, tenaga pendamping penyandang disabilitas belum mendapatkan perhatian dari pemerintah.” Pemerintah harus memperhatikan pendidikan penyandang difabel, saat ini memang sudah tidak ada diskriminasi bagi kaum difabel akan tetapi bagi tenaga guru pendamping masih belum tersentuh pemerintah,” ungkapnya.

 

Pendidikan Inklusi di negara maju, dikatakan Ibas, para penyandang disabilitas diarahkan untuk mendapat kesetaraan di berbagai bidang. Dia melihat, konsep semacam itu perlu diaplikasikan di Indonesia. “Jangan sampai dalam pembelajaran di sekolah tersebut, siswa-siswi penyandang disabilitas tidak terakomodasi karena jumlah guru pendamping kurang,” tutur dia.