Jakarta – Chelsea mengukir sejarah baru dengan merebut gelar Liga Champions untuk pertama kalinya sepanjang sejarah mereka seusai mengalahkan Bayern Muenchen 4-3 lewat adu penalti dalam partai final di Allianz Arena, Minggu dini hari, (20/5).

 

Menurut Ibas yang juga anggota Komisi I DPR RI ini, kemenangan The Blues ini merupakan penebus kegagalan di final Liga Champions 2008 di Moskow saat mereka dikalahkan Manchester United, juga lewat adu penalti.

 

Ibas menilai, walau tampil tidak dalam formasi terbaiknya, permainan the blues tampil cepat khas pesepak bola Inggris. “Team under dog tidak memiliki beban untuk memperjuangkan dan memperebutkan juara eropa. Itu keunggulan Chelsea,” imbuh politisi muda ini.

 

Politisi yang mengaku menggemari Liverpool ini sebelumnya telah  memprediksi terlebih dahulu bahwa Chelsae akan tampil lepas tanpa beban dan akan tampil sebagai pemenang tanpa ada perpanjangan waktu. “Bermain lepas semakin membuka peluang Chelsea menjadi juara,” tegas Ibas.

 

 

SementarauntukMuenchen, Ibas menilai,  sebagai team yang difavoritkan menjadi juara justru menjadi beban tersendiri. Apalagi tambah Ibas, pertandingan dilangsungkan di kandang Muenchen. “Walau bermain di kandang sendiri, pernah merebut juara dan memiliki keunggulan stamina, justru itu menjadi beban bagi team Muenchen. Bola memang bundar sehingga prediksi bisa saja meleset,” tutup Ibas yang juga penggila bola ini.