Jakarta – Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau akrab disapa Ibas meminta Pemerintah mempertimbangkan kesiapan Indonesia sebelum memutuskan bergabung dalam forum kerjasama ekonomi antara Amerika Serikat  dan sejumlah negara di benua Amerika dengan negara di Asia atau yang dikenal  dengan TPP (Trans – Pacific Partnership). “Partai Demokrat mengingatkan Presiden Jokowi dan Pemerintah, agar sebelum memutuskan bergabung  dalam TPP, terlebih dahulu memastikan manfaat dan keuntungan bagi Indonesia. Apakah dunia usaha dan masyarakat Indonesia benar-benar siap? Bagaimana kesiapan kebijakan dan regulasi serta infrastruktur dan konektifitas  domestik kita sendiri?  Apakah pelaku ekonomi dan masyarakat Indonesia sudah dimintai pandangan-pandangannya, karena dampak dari TPP ke depan juga sangat luas,” terang Ibas.
Ibas menjelaskan bahwa posisi dan pandangan Fraksi Partai Demokrat ini, sejalan dengan pandangan SBY saat menjabat sebagai Presiden RI. Menurut anggota Komisi 10 DPR RI ini, SBY dan PD tidak alergi dengan forum TPP, akan tetapi lanjut Ibas, sebelum bergabung, Indonesia sebaiknya melakukan kalkulasi dan kesiapan yang matang. “Saat menjabat presiden, Pak SBY sudah menjelaskan  bahwa Indonesia masih menghitung dengan seksama keuntungan nyata ketika bergabung dalam TPP, serta menghitung kesiapan Indonesia sendiri, terutama dalam bidang investasi dan perdagangan. Kalau kerangka kerjasamanya sudah tepat dan semua negara siap khususnya Indonesia, maka Demokrat akan mendukung TPP ini karena akan membawa keuntungan bersama  atau mutual benefit,” ungkap Ibas.
Lebih lanjut, Ibas menjelaskan sejumlah pertimbangan yang sebaiknya menjadi fokus perhatian pemerintah. “Indonesia sebaiknya terus berkonsentrasi meningkatkan kesiapannya menghadapi pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) karena banyak hal yang harus disiapkan oleh Indonesia agar MEA justru tidak merugikan Indonesia,” ujar anggota DPR RI asal Dapil VII Jatim ini.
Ibas juga mengingatkan masih ada sejumlah pekerjaan yang harus mendapatkan perhatian serius pemerintah karena Indonesia memiliki pasar domestik yang makin kuat dan besar. “Karena memiliki potensi yang besar, Indonesia juga harus terus meningkatkan kesiapannya agar dalam kerjasama Tiongkok – ASEAN juga tidak merugi, termasuk menggodok kerjasama ekonomi ASEAN dengan Tiongkok, Jepang serta Korea,” terang Ibas.