Ngawi- Seakan menjawab dari kesulitan yang dialami oleh petani asal Ngawi akan besarnya biaya produksi dari tanaman padi, Mas Ibas datang memberikan solusi tepat guna. Melalui dinas pertanian , tanaman pangan dan holtikultira pemkab Ngawi memberikan 2 mesin  penanam padi kepada 2 kelompok tani  produktif asal Ngawi.  Mendasar musibah kekeringan  ditambah lagi serangan hama  yang melanda di sejumlah wilayah tanah air menimbulkan kekhawatiran bagi kalangan petani. Tingginya biaya produksi tersebut seringkali di keluhkan oleh petani sehingga tidak berbanding  hasil di saat panen tiba. Alat pertanian rice transplenter ini diharapkan memberikan solusi bagi para petani untuk mengurangi biaya produksi dan pemeliharaan  yang tinggi.

Hal ini mendorong anggota DPR RI asal Dapil VII Jawa Timur, Edhie Baskoro Yudhoyono, yang akrab disapa Ibas, melalui Griya Aspirasi EBY di Kabupaten  Ngawi. mengawal dan menyalurkan bantuan  altan kepada sejumlah kelompok tani.

“ selain pemenuhan biaya produksi yang tinggi dan juga pemeliharaan tanaman rakyat jenis padi seringkali di keluhkan oleh para petani, diharapkan dengan penyerahan bantuan rice transplenter ini sedikit mengurangi beban para petani,” ujar Suyadi, Kordinator Griya Aspirasi EBY Kabupaten Ngawi.

Bersama Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Ngawi  drs Marshudi, tim  EBY menyerahkan 2 unit rice transplenter  kepada 2 kelompok tani di Kabupaten Ngawi, senin, 9/11/2015.

“Ucapan terima kasih kami sampaikan atas segala usaha dari Griya Aspirasi EBY khususnya bagi Mas Ibas yang telah memperjuangkan bantuan bagi para petani di Kabupaten Ngawi,” ujar Nyoto Darmanto ketua kelompok Tani Rukun Desa Kebon Paron Ngawi  di sela-sela penyerahan bantuan bersama kelompok tani lainnya.

Jawa Timur dikonsentrasikan sebagai lumbung padi nasional dan mewujudkan swasembada pangan “ saya berharap kelompok tani Ngawi bisa memanfaatkan altan tersebut sebaik-baiknya dan meningkatkan kesejahteraan anggota”  tegas Mas Ibas. (ARD)