Bogor – Ketua Fraksi Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa Ibas mengatakan bahwa kader Partai Demokrat kembali mendapat peluang emas untuk meningkatkan kualitas karena mendapatkan pendidikan politik secara langsung dari mantan Presiden RI ke-6, Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono. 
 
Menurutnya, penataran kader PD yang digagas SBY menjadi sarana pembelajaran yang sangat berharga bagi kader PD karena materi yang disampaikan SBY sangat up to date dengan contoh-contoh konkrit saat SBY menjabat presiden selama dua periode. 
 
 
“Saya sangat terkesima dengan materi yang dipaparkan kepada kami secara gamblang dan detail. Sosok SBY merupakan soko guru bagi kami dan seorang negarawan sejati yang telah terbukti berhasil memajukan negara ini sehingga patut dicontoh oleh seluruh abdi negara,” jelas Ibas saat mengikuti Penataran Pimpinan dan Kader Utama Partai Demokrat dengan tema “Negara, Pemerintahan, dan Sistem Nasional” di Hotel Novotel Bogor, yang berlangsung 28 Maret hingga 2 April 2016.
 
Lebih lanjut, Ibas mencontohkan konsep pembangunan ekonomi serta sejumlah kebijakan strategis RI yang digagas dan diimplementasikan pemerintahan SBY hingga kini dinilai berhasil dan sering mendapat pengakuan baik dalam maupun luar negeri. “Kita dapat belajar konsep  pembagunan jalan tengah  yang digagas SBY yang sangat pro-rakyat melalui sejumlah cluster program penuntasan kemiskinan, formula pembangunan MP3EI, Millions friends and zero enemy diplomacy serta kebijakan strategis lain terbukti berhasil meningkatkan pembangunan dan mengangkat kesejahteraan rakyat,” tambah Ketua Komisi Pemenangan Pemilu DPP PD ini.
 
Sebagai kader PD, Ibas juga belajar sikap kenegarawan dan kepemimpinan SBY yang tidak luput dari kritikan-kritikan baik yang positif maupun negatif. Ibas melanjutkan sempat terusik saat semua pencapaian positif pemerintahan SBY saat itu justru dinilai wajar atau biasa saja karena negara kita negara autopilot, dalam sejumlah permasalahan bangsa justru dinilai negara tidak hadir. “Leaders comes and go.. tetapi pemerintahan harus tetap berjalan berkesinambungan. As I quote “let us learn and respect from the past but we must look forward to a better future with optimism and solution” ujarnya. 
 
 
Lebih lanjut Ibas menambahkan, kader PD juga mendapat wejangan untuk menjadi pemimpin di era demokrasi multipartai harus memenuhi sejumlah kriteria dan kemampuan yang diperoleh melalui sejumlah proses pembelajaran. “Kader PD saat ini memegang peran sebagai pasukan penyeimbang yang berada diluar pemerintahan. Dengan demikian, kader PD sesuai dengan kapasitasnya, harus terus mewarnai ruang publik dengan memberikan solusi serta koreksi langsung kepada pemerintah,” ujarnya optimis bahwa RI akan semakin maju pada tahun-tahun yang akan datang apalagi dipimpin oleh demokrat dan kader sekaliber Pak SBY.
 
Selain SBY, Penataran Pimpinan dan Kader Utama Partai Demokrat ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari Menteri Kabinet Indonesia Bersatu I dan II (2004-2014) di bidang perekonomian, politik, hukum, keamanan, serta kesejahteraan rakyat, seperti : Marsekal TNI (Purn) Djoko Suyanto, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia, Ir. M. Hatta Rajasa, mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Prof Dr (HC) Chairul Tanjung, pengusaha asal Indonesia yang juga mantan Menko Perekonomian, Prof Dr Ir KH Mohammad Nuh, DEA, mantan Menteri Pendidikan Nasional Indonesia.