Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono menghadiri Sidang Bersama DPR-DPD. Sidang ini merupakan agenda sidang dengan format acara yang dihadiri anggota DPR dan anggota DPD untuk mendengarkan pidato kenegaraan Presiden. Sidang Bersama DPR-DPD digelar hari Kamis 16 Agustus 2012 Pukul 10.00 pagi tadi.

 

Dalam rangkaian acaranya, Presiden RI menyampaikan Pidato Kenegaraan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Kemerdekaan Republik Indonesia yang antara lain isinya mengenai enam isu penting dan aktual yang menjadi tantangan dan pekerjaan rumah bagi Indonesia.

 

Keenam isu itu antara lain:

1. Pemberantasan Korupsi

2. Reformasi Birokrasi dan Good Governance

3. Kerukunan Masyarakat dan benturan sosial

4. Iklim investasi dan kepastian hukum

5. Pembangunan Infrastruktur

6. Kebijakan fiskal menghadapi krisis ekonomi global

 

Selain keenam isu tersebut Presiden SBY juga mengutarakan beberapa prestasi gemilang Negara Indonesia di kancah Internasional. Dalam pidatonya, SBY mengatakan bahwa Indonesia telah dan akan terus berkontribusi nyata kepada dunia. Indonesia terus berkiprah dalam berbagai organisasi internasional dan menjadi bagian dari solusi part of the solution, suara Indonesia semakin didengar dan diperhitungkan. Sebagai contoh IMF datang  bukan untuk menawarkan pinjaman, tetapi untuk berkonsultasi dan bertukar pikiran dengan Indonesia dalam mengatasi krisis global yang terjadi saat ini.

 

Ibas panggilan akrab Edhie Baskoro Yudhoyono menyampaikan rasa kebanggaannya sebagai warga Indonesia. Sesuai yang diutarakan Presiden RI bahwa saat ini Indonesia tampil sebagai sebuah negara emerging economy, dan menjadi kekuatan ekonomi ke-16 dunia. “Itu berarti Indonesia akan menjadi negara yang kuat dan maju di Asia dan diperhitungkan dunia“. Ungkapnya optimis. Ibas juga menyampaikan apa yang telah disampaikan Presiden yang menurutnya sangat berharga bagi kedaulatan Indonesia. “Suara Indonesia semakin didengar dan diperhitungkan. Semakin sering kita dimintai pendapat. “What does Indonesia think?”. Hal ini membuktikan, sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat, kita dapat berdiri tegak di kancah Internasional.”

 

Selain itu saat ini Indonesia terbukti sebagai negara yang tidak dipandang sebelah mata dengan keputusan Sekjen PBB yang telah menunjuk Presiden Republik Indonesia, Perdana Menteri Inggris, dan Presiden Liberia sebagai Co-Chairs of the UN High-Level Panel of Eminent Persons on Post-2015 Development Agenda, untuk menyusun dan memberikan rekomendasi mengenai agenda pembangunan global pasca MDGs 2015.

 

Presiden SBY banyak menorehkan keberhasilannya selama ini sebagai kepala negara. Selain keberhasilan di bidang ekonomi (MP3EI), Indonesia telah berhasil dalam bidang reformasi pendidikan (Program Wajib Belajar Sembilan Tahun dan akan menjadi Program Wajib Belajar Dua Belas Tahun), bidang pemberian layanan kesehatan dan sosial (jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan pensiun, dan jaminan kematian). Di Bidang Reformasi TNI yang dijalankan selama ini, seiring dengan meningkatnya kualitas alutsista modern, profesionalisme dan kesejahteraan prajurit juga ditingkatkan.

 

Mari kita isi terus Kemerdekaan Indonesia ini dengan prestasi yang lebih banyak lagi, seperti yang telah dicapai selama ini kita tingkatkan lagi persatuan dan kesatuan, karena dengan persatuan dan kesatuan dalam berbagai aspek kita dapat mengatasi keenam isu tadi dan menjadi bangsa yang berdaulat, bangsa yang besar di mata dunia.” ajak Ibas kepada seluruh warga negara Indonesia usai menghadiri Pidato Kenegaraan Presiden RI tadi pagi.