Jakarta – Politisi muda Edhie Baskoro Yudhoyono mengajak generasi muda Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28/10/2016 dengan mengobarkan semangat dan cita-cita mewujudkan Indonesia maju dan sejahtera. Dengan demikian lanjut Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI ini, generasi muda Indonesia bisa proaktif berkontribusi secara konkrit di seluruh sektor pembangunan.

 

“Selamat memperingati hari Sumpah Pemuda. Ayo pemuda Indonesia jadi bagian dari Kemajuan, bukan Kebuntuan melalui aksi-aksi nyata, penuh karya dan penuh prestasi sekaligus mewujudkan Indonesia tanpa diskriminasi,” ujar Ibas memaknai hari Sumpah Pemuda di Jakarta.

 

Hal penting lainnya yang disampaikan Ibas dalam konteks perjuangan adalah generasi muda harus senantiasa belajar, bekerja keras dan menghormati jasa semua tokoh-tokoh bangsa, pahlawan dan senior terdahulu dalam melanjutkan perjuangan bangsa. 

 

Berikut petikan wawancara dengan Edhie Baskoro Yudhoyono :

 

Makna Sumpah Pemuda bagi Mas Ibas?

Dalam Teks Sumpah Pemuda,  kita banyak mendapatkan gambaran kobaran semangat para pemuda untuk meraih kemerdekaan RI. Dalam konteks kekinian, makna sumpah pemuda bertumpah darah satu untuk tanah air Indonesia dimaknai dengan kesungguhan hati dan niat generasi penerus bangsa untuk terus berkarya dan berprestasi membangun bangsa.

 

Spirit sumpah pemuda bagi saya adalah mewujudkan Indonesia tanpa diskriminasi dalam segala bidang. Generasi Muda yang juga merupakan Generasi Millenial atau Generasi Y harus mengambil bagian menjadi lokomotif pembangunan. Selalu memiliki spirit untuk terus belajar menguatkan kecerdasan karakter, memiliki semangat harus bisa, mampu berkarya dan berprestasi secara konkrit. Dalam kata lain generasi muda harus mencari jalan untuk maju bukan jalan buntu

 

 

# Pemuda masih disangsikan dari sisi pengalaman dan emosi, bagaimana tanggapan Mas Ibas?

 

“Yang tua sudah pernah muda, tapi yang muda belum pernah tua” begitu katanya.. 

Tidak bisa dipungkiri, pemuda identik dengan proses belajar sekaligus memperkaya pengalaman tetapi tidak bisa dipungkiri juga, bahwa pemuda identik dengan semangat, kreativitas dan inovasi. Sudah banyak contoh kesuksesan yang mampu diraih saat usia muda. Seperti, banyaknya mereka yang sukses dalam kejuaraan sains, olahraga, pendidikan akademik, gelar doktor, pengusaha, politisi, pejabat publik dan berbagai cerita kesuksesan lainnya. 

Jadi saya kira anggapan seperti itu dijadikan saja koreksi dan evaluasi untuk kita termotivasi dalam berkarya lebih besar. Yang jelas, generasi muda harus rasional bukan emosional tetapi tetap pragmatis konstruktif.

 

# Pemuda juga masih cenderung dikatakan sebagai pekerja atau pengikut. Apakah menurut Mas Ibas pemuda bisa menjadi pemimpin atau kepala dalam kemajuan? Bagaimana tanggapan Mas Ibas?

 

Kalau masih ada anggapan seperti itu, tentu ini bagian dari refleksi untuk kaum muda lebih membuktikan dirinya. Generasi muda tidak cukup hanya menjadi pengikut atau pekerja yang berkualitas saja tetapi mereka harus bisa menjadi inspirasi dalam berkarya. Saya yakin banyak di antara mereka mampu menterjemahkannya melalui kreatifitas, inovasi dan karya nyata bahkan tidak sedikit mereka juga sukses dalam kepemimpinan baik dalam kecil maupun besar. Istilahnya daripada “mereka sibuk mencari peluang, lebih baik mereka sibuk menciptakan peluang”. Daripada mereka sibuk mencari pekerjaan lebih baik mereka sibuk menciptakan pekerjaan. Yang Muda Bisa dan yang Muda bisa berkarya.

 

Intinya pemuda harus menunjukkan rasa cinta terhadap bangsa secara konkrit. Jadikan bangsanya sebagai wadah aktualisasi atau pembuktian diri menuju kemajuan. Kalau dunia bisa kenapa Indonesia tidak bisa. Jangan hanya berdiam dan sekedar menjadi “follower” tapi bangkitlah bergerak dan menjadi “trendsetter”.

 

# Kita juga menyaksikan kaum muda masih ada yang terbentur dengan kegiatan-kegiatan negatif dan pengaruh negatif globalisasi. Bagaimana komentar Mas Ibas soal ini?

 

Ya, memang dalam konteks mencari jati diri, banyak juga yang terperosok jatuh. “The Rise and Falls on the young age”. Jadi inilah bagian dari proses pembelajaran tersebut. Jatuh dan bangkit adalah proses belajar. Selalu ada ruang dan waktu menuju kepada kebaikan-kebaikan. Kaum muda harus mampu melakukan koreksi-koreksi, perbaikan dan perubahan agar mampu beradaptasi dengan perubahan jaman.

 

Poin saya, jangan sampai terbawa arus perubahan global apa lagi sampai bertentangan dengan nilai, moral dan etika bangsa Indonesia. Kaum muda harus menjadi benteng sekaligus garda terdepan dalam mengawal nilai-nilai perjuangan bangsa “Indonesian Values”. Serap semua yang positif untuk tingkatkan produktifitas dan tinggalkan sesuatu yang negatif dan menghancurkan masa depan. Semangat juang kita jangan tergoyahkan, justru kita harus jawab tantangan-tantangan tersebut dengan pembuktian dalam giat karya dan prestasi.

 

 

# Apa harapan dan pesan-pesan Mas Ibas untuk generasi muda di masa mendatang?

 

Pertama mereka generasi muda harus terus belajar, tanamkan jiwa Nasionalisme dan serap pengalaman baik sebanyak-banyaknya dengan semangat “Harus Bisa” disertai dengan energi positif yang membangun dan mensejahterakan.

 

Kedua, pantang menyerah. Hidup ini selalu berputar, yakinlah dengan cara yang baik, benar dan lurus (ilmu putih). Bermimpi besar, dan jalankan dan raih mimpi-mimpi tersebut setahap demi setahap; Yakin generasi muda mampu dan bisa.

 

Terakhir, sebagai lokomotif penggerak pembangunan; generasi muda harus mampu menjawab segala tantangan untuk dijadikan peluang dengan mengedepankan karakter yang kuat “optimisme” disertai kreasi, inovasi, dan solusi. Yess We Can! Stronger together for the betterness; dengan spirit “satu hati, satu cita-cita untuk satu Indonesia”