“Pemerintah sejak tahun 2009 telah menyelanggarakan lima ajang sail, yakni Sail Bunaken, Sail Banda di Ambon, Sail Wakatobi di Belitung, Sail Morotai di Morotai, serta Sail Komodo di Labuan Bajo, NTT. Saya kira, tahun depan Taman Wisata Raja Ampat sudah siap dan pantas menjadi pusat kegiatan promosi pariwisata Indonesia,” kata Ibas saat mengunjungi Wayag, salah satu lokasi wisata di Taman Wisata Raja Ampat, Senin, 30 September 2013.

 

Menurut politisi muda ini, keindahan alam dan kehidupan masyarakat di Raja Ampat merupakan potensi wisata yang memiliki daya pikat tinggi.

 

“Wilayah ini memiliki potensi yang sangat luar biasa. Kehidupan masyarakat lokal yang masih alami dan kondisi lingkungan yang masih hijau dan bersih memiliki daya pikat yang saya kira tidak dimiliki wilayah lain. Agenda budaya masyarakat sekitar juga bisa menjadi nilai jual tersendiri,” Ibas menyampaikan kekagumannnya atas keindahan alam di Taman Wisata Raja Ampat.

 

Melihat potensi yang besar ini, Ibas mendorong pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik di wilayah ini dapat menjadi prioritas pemerintah daerah.

 

“Saya membaca banyak litelatur mengenai Raja Ampat, baik sumber daya ikan yang melimpah, biota laut, budaya. Raja Ampat sudah dikenal bahkan sampai mancanegara. Potensi yang sangat besar ini bisa dikelola melalui otonomi daerah sehingga hasilnya akan dinikmati oleh warga setempat melalui berbagai pengembangan fasilitas dan infrastruktur publik,” Ibas mengakhiri pernyataan.

 

Mendampingi  Ibas dalam kunjungan ke Raja Ampat, Papua Barat, para petinggi DPP-PD antara lain, Anggota Dewan Pembina PD Pramono Edhie Wibowo, Direktur Eksekutif DPP-PD Toto Riyanto, Anggota FPD DPR-RI Agus Hermanto, dan Bendahara Umum DPP-PD Indrawati Sukadis.