Vienna – Anggota Komisi 10 DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau akrab disapa Ibas bersama rombongan anggota Komisi 10 DPR Ri yang dipimpin oleh Ketua Komisi 10, Teuku Riefky Harsya mengunjungi Kedutaan Besar RI di Gustav Tschermakgasse, Wina Austria, Minggu, 26 Juli 2015 waktu setempat. “Silaturahim sekaligus berdiskusi terkait RUU Kebudayaan dan isu-isu lainnya dengan KBRI di Vienna, Austria,” terang Ketua Fraksi Partai Demokrat ini.
Kunjungan Ibas dan rombongan ke Austria dalam rangka Kunjungan Kerja Luar Negeri Panitia Kerja (Panja) RUU Kebudayaan yang kini tengah masuk dalam pembahasan di Komisi X DPR RI. “Harapannya, kajian dan masukan dalam kunker ini bisa menjadi bahan pertimbangan untuk memperdalam pembahasan guna meningkatkan kualitas RUU Kebudayaan di Komisi 10 DPR RI agar menghasilkan Undang-undang yang berkualitas dan terimplementasi dengan baik,” ujarnya.
Usai menggelar diskusi di Kedutaan RI Austria, rombongan mengunjungi Museum Welt di Wina, Austria. Di lokasi ini, Ibas dan rombongan mendengarkan pemaparan dari pihak pengelola museum terkait pengelolaan serta koleksi-koleksi Museum Welt. “Banyak pembelajaran yang kami serap baik budaya, kuliner, tari, busana, musik, seni dan warisan nasional Austria yang penting sebagai masukan. Dengan cara itulah kita bisa mendapat ilmu untuk menjaga budaya kita dan sekaligus menarik minat wisatawan mancanegara agar tertarik berkunjung ke Indonesia,” terangnya.

 

Museum Welt memiliki 200.000 koleksi objek etnografi, 25.000 dokumentasi foto-foto, 136.000 printed works dan lebih dari 300 kilometer roll film baik itu sejarah, budaya, seni dan keseharian masyarakat non-Eropa. “Museum Welt dikelola dengan manajemen yang baik, koleksi-koleksi yang terdokumentasi dengan baik dan rapih. Inilah sebabnya kita ingin mengeksplorasi dan belajar tentang cara Austria melestarikan budaya mereka,” tambah anggota DPR RI asal Dapil VII Jatim ini.
Weltmuseum dulunya dikenal sebagai Museum Etnologi Vienna, museum ini merupakan salah satu museum terpenting di dunia. Museum ini berkembang dari Departemen Anthropological-Ethnographical dari Natural History Museum. Pada tahun 1928, museum ini kemudian berdiri sendiri di lokasi Istana Hofburg.