Ngawi- Patut diacungi jempol dan aplous apreasiasi yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi melalui Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga (Disparyapura) membuat suatu pagelaran seni yang lain dengan yang lain seperti didaerah lain pada umumnya. Kali ini secara langsung mementaskan 64 dalang cilik dari tingkat pelajar SD hingga SMA sederajat ditambah para dalang cilik dari sanggar budaya yang sengaja didatangkan dari luar daerah Ngawi. Melalui Sukadi Kabid Kebudayaan Disparyapura Kabupaten Ngawi mengatakan, pagelaran wayang kulit di daerahnya memang dikemas sedemikian rupa terutama bagi seniman pemula. Seperti pagelaran dalang cilik yang yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB, Sabtu (23/04), tersebut langsung digelar dalam waktu yang sama dengan mengambil 8 lokasi diseputaran Kota Ngawi. “Pentas para dalang cilik sekarang ini yang baru mulai bukan sebuah festival melainkan pagelaran yang diselenggarakan dalam waktu yang sama. Mereka bebas berekspresi menyalurkan bakatnya sebagai dalang dan pagelaran ini rampung sampai tengah malam nanti,” terang Sukadi melalui via selular, Sabtu (23/04).


Tandasnya, pagelaran kali ini ternyata memang banyak diminati para dalang cilik dari luar daerah terbukti ada enam dalang cilik dari Sanggar Baladewa Pepadi Surabaya masing-masing Nur Juzmin, Berlian, Kurnia Laras , I Gusti Ray, Aryo S dan Anugrah P. Suksesnya pagelaran dalang cilik dengan mengambil berbagai lakon mulai Semar Boyong, Anoman Takon Bopo hingga Kongso Adu Jago tidak lepas dari peran aktif Pepadi maupun Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Ngawi. “Pagelaran ini biar booming dahulu ditengah masyarakat nantinya akan kita gelar menjadi agenda tahunan yang dikemas bentuk festival. Selama ini memang kita melakukan komunikasi intens dengan Dindik maupun Pepadi Ngawi bagaimana ikut memikirkan untuk melestarikan kebudayaan khususnya terhadap seni pedalangan,” ungkapnya lagi. Dari pantuan dibeberapa lokasi pagelaran dalang cilik itu sendiri tampak para dalang yang rata-rata masih duduk dibangku SD ini pun tampil atraktif baik dalam olah tata bahasa maupun penjiwaan dari si tokoh wayang itu sendiri yang menyesuaikan lakonya. Wahyu Nugroho dalang cilik dari SDN Semen 1, Kecamatan Paron, Ngawi, terlihat mampu memukau penonton. Meski baru beberapa tahun mempelajari ilmu pedalangan lewat kegiatan ekstrakurikuler disekolahnya Wahyu Nugroho tampil cemerlang baik dalang profesional.


Sementara itu Ony Anwar Wakil Bupati Ngawi mengatakan, pagelaran dalang cilik merupakan suatu bentuk komitmen bersama untuk mengeksplorasi jiwa seni bagi para pelajar. Dan kedepanya dia meminta untuk memberikan support dari semua pihak atas kegiatan yang menjadi bagian dari pelestarian seni budaya Jawa. “Mudah-mudahan apa yang dihasilkan dari pagelaran alang cilik kali ini mampu direspon semua pihak jangan sampai para remaja malah tidak tahu terhadap budayanya sendiri. Terkait event ini sebagai bagian dari Ngawi Visit Years 2017 mendatang yang benar-benar spectakuler,” pungkasnya


Setali tiga uang pernyataan bangga juga diungkapkan oleh Anggota DPR RI dapil VII dari Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono melalui Staf media David Christian mengungkapkan Pemkab Ngawi cukup memberikan sensasi luar biasa dalam mengapresiasi kekayaan budaya leluhur yang saat sekarang mulai ditinggalkan karena perubahan zaman yang serba elektronik dan canggih. kegiatan ini tidak lepas dari peran serta dari orang nomer satu dikabupaten Ngawi di harapkan kegiatan ini terus dapat di kembangkan dengan event yang lebih besar sehingga tidak hanya menarik perhatian warga lokal saja namun bisa wisatawan domestik hingga luar negeri. ” Salut dan bangga kepada para pelajar serta peran serta pemerintah Kabupaten Ngawi dalam melestrarikan budaya leluhur yang di harapkan dapat semakin berkembang” ungkap staf media EBY Pusat. ARD