Pacitan – Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang diterapkan di Desa Kayen, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan menjadi salah satu lokasi yang akan dikunjungi Presiden SBY yang didampingi Ibu Ani beserta rombongan pada Jumat, 13 Januari 2012.
Model Kawasan Rumah Pangan Lestari merupakan program percepatan penganekaragaman konsumsi pangan dengan memanfaatkan lahan pekarangan dan lahan terlantar yang tersedia. Selain dapat menyediakan makanan yang bergizi untuk keluarga, lahan pekarangan juga dapat dijadikan lumbung hidup dan meningkatkan ekonomi keluarga.
Pacitan merupakan daerah yang berhasil menerapkan konsep KPRL. Atas kesuksesan program KRPL,  Kabupaten Pacitan menerima tanda penghargaan ‘Adhikarya Pangan Nusantara’ 2011 dari Pemerintah.  Penghargaan Ketahanan Pangan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono di Istana Negara Jakarta, Selasa, 6 Desember 2011.  Penghargaan lainnya yang berhasil diperoleh Kabupaten Pacitan terkait program ini adalah Anugerah Agro Inobasi Rumah Pangan Lestari Tingkat Nasional.
Terkait keberhasilan program tersebut, Anggota DPR RI asal Dapil VII Jawa Timur, Edhie Baskoro Yudhoyono mengapresiasi keberhasilan program KPRL di Kabupaten Pacitan. Ia menilai program Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL), dapat diterapkan di seluruh Indonesia. Pasalnya, budaya menanam di lahan pekarangan, bisa dilakukan di semua tempat, baik di kawasan perkotaan maupun di pedesaan.
“Dengan prinsip pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan, program Rumah Pangan Lestari bisa  untuk pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga, serta peningkatan pendapatan yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan melalui partisipasi masyarakat,“ kata Ibas yang juga Sekretaris Jendral Partai Demokrat ini.
Legislator asal Dapil VII yang meliputi Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Ngawi dan Magetan ini menambahkan, selain untuk menyehatkan dan menghijaukan lingkungan, program ini juga merupakan salah satu solusi untuk menekan biaya konsumsi rumah tangga sekaligus meningkatkan perekonomian lokal berbasis rumah tangga.
“Kedepan, Rumah Pangan Lestari bisa menjadi sumber peningkatan ketahanan pangan dan memiliki daya jual tinggi,” kata Ibas.
Sebagai wujud kepedulian Ibas dalam mendukung pengembangan program Rumah Pangan Lestari, Ibas telah menyosialisasikan program tersebut dalam kunjungan kerjanya di wilayah Dapil VII Jawa Timur. Tak hanya itu, Politisi muda ini juga telah memberikan bantuan 28 ribu bibit sayur kepada masyarakat Kabupaten Pacitan, yang secara simbolis telah diterima oleh 12 Camat se-Kabupaten Pacitan.  Tak hanya di Kabupaten Pacitan, Ibas juga memberikan bantuan ribuan bibit sayuran di wilayah Kabupaten Ngawi, Magetan, Ponorogo dan Trenggalek.
Untuk itu, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat ini berharap dengan adanya program pemerintah yang pro-rakyat ini, rumah tangga di Pacitan dan wilayah lainnya di Indonesia bisa semakin sehat dan produktif sehingga ke depan rakyat Indonesia akan lebih makmur dan berdaya saing kuat.
Konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) mulai diterapkan di Desa Kayen, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan. Sebagai kawasan Rumah Pangan Lestari, dan pada tahap awal diimplementasikan pada kawasan 16 hektar yang terdiri atas 9 hektar lahan pekarangan dan 7 hektar lahan sawah, serta melibatkan 36 KK. Dengan konsep KRPL yang sudah berjalan ini diharapkan menjadikan Pacitan memiliki ketahanan pangan yang tinggi.
Dari informasi yang dihimpun, warga di kawasan Desa Kayen ini sangat berminat untuk mengetahui teknologi-teknologi seperti: varietas unggul ubi jalar orange dan ungu, varietas unggul kedelai yang sesuai untuk susu dan tempe, dan teknologi pengolahan bahan pangan lokal, khususnya ubi jalar dan bahan pangan yang selama ini kurang bernilai, seperti suweg dan garut. Oleh karena itu, selain menggalakkan penanaman ubi-ubian potensial (ganyong, talas, mbothe, garut, dll), Balitkabi juga telah menanam ubi jalar ungu dan oranye, walaupun di lahan terbatas (pekarangan). Diharapkan dari pertanaman ini nantinya dapat diperoleh bibit untuk dikembangkan di lahan sawah pada musim kemarau selanjutnya.