PONOROGO – Reses Anggota DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau biasa disapa Mas Ibas juga ditujukan kepada sektor pendidikan. Pada kesempatan kali ini, Kamis (11/8) Ibas hadir di tengah-tengah keluarga besar SMA Negeri 1 Kauman, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo.

     Ibas bersama rombongan serta anggota DPRD Jatim dan DPRD Ponorogo dari Fraksi Partai Demokrat disambut baik oleh keluarga besar SMA Negeri 1 Kauman.

     Hariyadi, Kepala SMAN 1 Kauman mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian dan kehadiran anggota DPR RI. “Tentunya kehadiran Mas Ibas ini dapat memberikan dukungan serta motivasi bagi kita semua untuk mewujudkan mutu pendidikan menjadi lebih baik,” kata Hariyadi.

     Lebih lanjut, Hariyadi mengungkapkan bantuan pengawalan program pembangunan gedung baru untuk ruang kelas diharapkan bisa bermanfaat untuk proses belajar mengajar nantinya. “Saat ini pembangunan sudah terealisasi 30 %, saya ucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diupayakan sehingga bisa dilakukan pembangunan ruang kelas ini,” ungkapnya.

     Sementara itu, Ibas menyampaikan beberapa hal yang dilakukan dalam masa resesnya di wilayah dapil VII terutama di Ponorogo ini, selain menjaring aspirasi juga mengawal pelaksanaan program pemerintah sudah sesuai dengan skala prioritas yang dibutuhkan masyarakat. “Kita melakukan pengawasan sekaligus menjaring aspirasi dari masyarakat,” jelas Ibas.
Lebih lanjut, Ibas memaparkan jika dalam bidang pendidikan pemerintah saat ini sedang mencanangkan full day school. “Dengan program tersebut tentunya memiliki tujuan yang baik dan mulia dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan kita,” jelasnya.

     Meskipun, lanjut ibas, program tersebut masih banyak menuai pro dan kontra dalam pelaksanaannya. “Bersamaan dengan kegiatan reses ini, harapan kami dapat menjaring aspirasi dari bawah bagaimana sisi baik dan buruknya manakala full day school tersebut bisa dijalankan sepenuhnya,” paparnya.

     Sehingga, harapan Ibas, dari program yang dicanangkan pihaknya dapat memberikan masukan kepada pemerintah agar program-program yang direncanakan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan harapan bersama. “Jangan sampai sebaliknya, program telah direncanakan tetapi tidak bisa menyasar dan tidak bisa direalisasikan seutuhnya,” pungkasnya. (mnc)