Pacitan-Akibat curah hujan yang tinggi jalan provinsi penghubung Kabupaten Pacitan- Ponorogo retak dan ambelas sepanjang 7 meter, Selasa (09/04/2013).

Bencana tanah retak dan amblas ini terjadi di wilayah Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo.

“Awalnya hujan deras, tiba-tiba terdengar retakan tanah cukup keras,” kata Tri, warga yang rumahnya turut menjadi korban.

Saat peristiwa itu, Tri dan suaminya sangat takut, sehingga segera membawa anak-anaknya keluar rumah. “Saya sudah tidak bisa berfikir macam-macam. Yang terpenting kedua anak saya selamat,” imbuhnya.

Tri mengaku tidak bisa berbuat apa-apa. “Sekarang tidur aja numpang. Saya sudah tidak punya apa-apa lagi. Usaha satu-satunya (cucian motor di sebelah rumahnya, red) juga ambles,” pungkasnya pasrah.

Untuk sementara waktu, Tri dan seluruh keluarganya mengungsi di rumah saudaranya. Suami Tri dibantu warga sekitar membongkar bangunan rumah dan cucian motor mereka. ”Takutnya kalau hujan terus menerus, retakan tanah akan semakin lebar. Dan akibatnya malah akan menghancurkan rumah,” terangnya.

Retakan tanah tersebut mengakibatkan akses jalur propinsi terhambat. Warga menutup lubang jalan dengan kayu, batu dan pohon. Dikhawatirkan, muatan berat dan pengguna jalan akan membuat kondisi tanah semakin ambles.

Sementara itu, Didit Maryanto, Kepala Pelaksana BPBD mengakui, bila musim hujan berkepanjangan, 12 kecamatan di Pacitan beresiko longsor. Sebab seluruh daerahnya memiliki tebing yang kondisi tanahnya labil. Tapi, berdasarkan pemetaan BPBD, potensi tertinggi terjadinya tanah longsor di wilayah kecamatan Tegalombo dab Bandar. “Karena frekwensi tanah bergeraknya lebih sering,” ungkap Didit.

Karena itu pihaknya berupaya untuk melakukan penanganan lintas elemen. Upaya penangan itu lebih diutamakan di jalur utama. Mislanya akses transportasi Pacitan-Ponorogo, Arjosari-Purwantoro, dan Pacitan-Trenggalek. Disaat material longsor berupa tanah, batu maupun pohon menutup jalan raya tidak menimbulkan kemacetan lalu lintas yang terlalu lama. “Untuk menanganinya petugas dan alat berat sudah disiagakan. Petugas BPBD juga siaga dikantor untuk memantau kejadian melalui komunikasi radio” jelas didit. (frend mashudi)