Ngawi-Tensi pemilu 2014 boleh jadi mulai memanas di tingkat bawah,  terlebih pihak yang ingin merebutkan kursi dewan pun mulai pasang kuda-kuda. Seperti kabar yang santer beredar akhir-akhir ini, Amin Sunarto Kepala Disperindag Ngawi kabarnya memilih pensiun dini  guna mempersiapkan dirinya mencalonkan anggota DPR Propinsi lewat Partai Golkar. “Setahu saya kalau kabar ini benar,  Pak Amin memang akan jago dewan lewat Golkar pada pemilu mendatang,” terang narasumber di internal Disperindag yang enggan disebut namanya, Senin (1/4).

Dijelaskanya, Amin Sunarto meminta pensiun dini terhitung 1 April tahun ini, padahal sesuai waktunya akan berakhir pada 1 Mei 2013. Permintaan pensiun dini maju satu bulan dari jadwalnya tersebut ungkap nara sumber dimungkinkan untuk mengikuti penjadwalan KPU pada pencalonannya sebagai anggota dewan propinsi.

Kepastian tersebut didapat  setelah sebelumnya Jefry Arif Kusbudiman pernah berkoar-koar kalau partainya akan dapat penumpang baru dari eks jajaran eksekutif. Bukan hanya Amin Sunarto, dikabarkan juga ada satu nama seperti Sutrisno yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Ngawi juga akan meminang Golkar untuk memuluskan dirinya ke kursi dewan.

Selain itu, menjelang  pengumuman Daftar Calon Sementara (DCS) versi KPU pada pertengahan April mendatang,  terdengar kabar anggota DPRD Ngawi juga  akan melakukan pergantian antar waktu (PAW) anggota dewan.  Drg.Yayuk Sri Rahayu yang sebelumnya sebagai wakil ketua DPRD Ngawi akan segera lengser setelah menyeberang ke partai Nasdem dan mencalonkan diri dikursi DPR RI.

Namun, Drg.Yayuk Sri Rahayu saat dimintai keterangan mengenai kepastian pindah partai masih malu-malu kucing. Dan siapa pengganti yang bakal menduduki kursi wakil ketua DPRD Ngawi hingga kini belum ada kepastian. (Ardian)