NGAWI-Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) cabang Ngawi menggandeng Badan Narkotika Kabupaten (BNK) setempat menggelar festival majalah dinding (mading) bagi pelajar setingkat SLTP dan SLTA. Kegiatan ini  dibuka langsung oleh Bupati Ngawi Ir Budi Sulistyono, Minggu (16/6).

Festival ini setidaknya diikuti ratusan  pelajar dari 103 sekolah , terbagi dalam  65 kelompok SLTP dan 38 kelompok pelajar SLTA. Mereka saling beradu ide kreatif  dengan menuangkan pesan moral terhadap ancaman narkoba yang mengincar  kalangan remaja. “Pada intinya kita mengajak kepada adik-adik pelajar bagaimana mengaktualisasikan gagasan terhadap bahaya narkoba dan bagaimana manfaat menjauhi barang yang berbahaya ini lewat festival majalah dinding yang kita gelar hari ini,” terang Ony Anwar yang merangkap Ketua KNPI Ngawi dan BNK.

Lebih jauh Ony Anwar yang juga sebagai Wakil Bupati Ngawi ini mengungkapkan,  tema mading  kali ini adalah tentang anti narkoba dan efek pemakaian narkoba.  Mereka menampilkan berbagai terobosan pencegahan terhadap bahaya narkoba. Kegiatan yang digelar ini juga bertepatan dengan perayaan HUT Kabupaten Ngawi ke-655.

“Pada awalnya memang diluar dugaan terselenggaranya mading ini terbukti adik-adik pelajar menampilkan inovasi terbarunya sehingga menjadi apresiasi tersendiri untuk tahun-tahun kedepanya,”ujar Ony Anwar.

Saat ini pihaknya mengakui kehadiran narkoba sudah mengarah rusaknya moral generasi muda. Bahkan  sindikat perdagangan barang terlarang tersebut tidak jarang melibatkan kalangan pelajar sebagai kurir yang sengaja dimanfaatkan oleh oknum tertentu.
Narkoba memang menjadi momok menakutkan bagi kalangan remaja. Seperti yang dirilis oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) sebanyak 123.810 pelajar di Indonesia menggunakan narkotika, obat psikotropika, dan zat adiktif lainnya.

Dalam perkembanganya sampai tahun 2007 lalu tercatat 12.848 pengguna masih duduk di bangku SD, sementara 110.870 orang pengguna bersekolah di SMP dan SMA. Sehingga jumlah peningkatanya mencapai 40 persen setiap tahun dan sebagai patokan persentase peningkatan tersebut terlihat dari peredaran napza (narkotika, obat psikotropika, dan zat adiktif lainnya). Maka semua stakeholder termasuk semua elemen masyarakat sangat perlu tindakan nyata untuk membebaskan para pelajar dari jeratan narkoba. (ardian)