fraksidemokrat.org—Jakarta. Dipimpin Ketua Fraksi Edhie Baskoro Yudhoyono atau biasa disapa Ibas, Fraksi Partai Demokrat (FPD) menerima audiensi mahasiswa Universitas Pelita Harapan (UPH), Jakarta,  Senin (18/01/16). Para mahasiswa ini akan mengikuti kompetisi pendidikan internasional Harvard National Model United Nations (HNMUN) di Boston, Amerika Serikat pada 11-14 Februari mendatang. Hadir dalam audiensi tersebut Didik Mukrianto (Sekretaris FPD DPR RI), Agus Hermanto (Pimpinan DPR RI), Teuku Riefky Harsya (Ketua Komisi X DPR RI), Rinto Subekti (Anggota Komisi X DPR RI).

 

FPD memberikan dukungan kepada mahasiswa UPH agar lebih percaya diri dan pantang menyerah dalam berkompetisi meraih prestasi di dunia internasional demi mengharumkan nama bangsa. ‘’Yang penting disiapkan dengan baik. Kuasai masalah, kembangkan kemampuan dan ketajaman analisa, kreatif dan inovatif. Saya percaya Anda bisa menampilkan yang terbaik,’’ kata Ibas.

 

MUN adalah kompetisi model United Nations (PBB), biasa disingkat MUN. Peserta MUN biasanya disebut sebagai delegasi yang akan berperan menjadi diplomat bagi negara masing-masing di council masing-masing.  Ide dasarnya, mencoba mensimulasikan sidang badan-badan United Nations (UN). Sebagaimana diketahui, setiap tahun, diplomat-diplomat dari berbagai di seluruh dunia berkumpul di gedung UN di New York, Amerika Serikat, untuk berdiskusi, melakukan negosiasi mapun lobby terkait beragam masalah penting yang dihadapi dunia internasional. Isunya tentu terkait perdamaian, kemanusiaan, peperangan, pengungsian, pengentasan kemiskinan, terorisme, HAM dan lain-lain. Kompetisi ini, berusaha menangkap dinamika yang terjadi di PBB tersebut.

 

Sebanyak 12 mahasiswa UPH akan mengikuti kopetisi yang diikuti setidaknya oleh 3000 peserta dari 100 negara ini. UPH sendiri sudah sejak dari 2008 mengirimkan delegasi. Para mahasiswa kini sedang dalam tahap persiapan visa grup ke Boston, Amerika Serikat. Sementara persiapan kompetisinya sudah berlangsung sejak setahun lalu. Komite delegasi dibadi dalam beberapa spesialisasi seperti hukum, kemanusiaan, politik, HAM dll.

 

Dalam audiensi berjalan dalam suasana cair ini, juga dibahas bagaimana prestasi dan posisi Indonesia di mata dunia Internasional yang sangat penting ketika berada di bawah kepemimpinan Presiden ke-6,  Susilo Bambang Yudhoyono. Salah satunya ialah Indonesia masuk G12, IMF terlunasi dan Indonesia peduli lingkungan.

 

Dalam bidang luar negeri, dalam 10 tahun kepemimpinan Demokrat, SBY berhasil menampilkan wajah Indonesia dengan gagah berani, isu-isu HAM dapat diatasi dengan baik. Sepak terjang Indonesia aktif dalam pergaulan pada level multilateral, seperti ASEAN dan PBB. Indonesia membantu Lebanon dalam misi perdamaian, dengan mengirimkan Kontingen Garuda.

 

‘’Indonesia mendapat reward dari dunia, 10 tahun lalu kita masuk kedalam G-20, dimana berisi negara-negara yang kuat, legacy ini harus diteruskan oleh generasi penerus,’’ kata Ibas. Juga ditambahkan bahwa Indonesia juga aktif dalam memberi ruang balai demokrasi forum. Banyak isu diskusi penting di forum internasional: terorisme, lingkungan dan lainnya. Isu lingkungan terkait pengurangan karbon, Indonesia berusaha mengurangi karbon, dengan perbanyak penanaman pohon, tapi Indonesia malah kena musibah kebakaran hutan. Lingkungan harus dijaga.

 

‘’SBY peduli dan konsisten membuat green ekonomi, green environment. SBY mendapat award di Seoul, dan menjadi Ketua Councul of the Global Green Growth Institute (GGGI). Lembaga tersebut merupakan organisasi yang mengatur pertumbuhan ekonomi ramah lingkungan internasional,’’ tambah Ibas.

Jadi, “Be best delegates, be proud, pulang dengan pengalaman segudang dan share ilmu kepada adik-adik generasi penerus,” tutup politisi muda Partai Demokrat itu. (chok/noe/***)