Pacitan  – Kabar gembira kembali datang dari Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Geopark di Pantai Pancer Door stalakmit dan stalaktit di Gua Gong serta Gua Songdan dan bebatuan karang di Pantai Klayar tengah dinilai kelayakannya untuk masuk ke Global Geopark Network Tim asesor dari United Nation Educational Scientific and Cultural Organization UNESCO. Tim ini sudah mengunjungi empat kawasan geosite di Kabupaten Pacitan Jawa Timur itu sejak Sabtu pekan lalu. “Kami akan membuat laporan ke UNESCO untuk dipresentasikan dan didiskusikan,” ujar asesor goepark internasional dari UNESCO, Khristin Rangnes seperti dilansir Koran Tempo.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, telah menyiapkan empat kawasan geosite untuk dinilai tim UNESCO. “Geosite yang kami siapkan adalah Gua Gong, Pantai Klayar, Gua Tabuhan, dan Gua Song Terus,” kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pacitan Eni Setyowati kepada Tempo, Mei lalu.

 

Penilaian oleh tim UNESCO itu merupakan syarat bagi kawasan Pegunungan Sewu yang meliputi wilayah Pacitan, Wonogiri (Jawa Tengah), dan Gunungkidul (Yogyakarta) untuk masuk ke Global Geopark Network (GGN). Adapun empat geosite yang disiapkan Pemerintah Pacitan itu, kata Eni, memiliki keunggulan dibanding sepuluh geosite lain dalam hal ketersediaan infrastruktur pendukung. 

 

Kendati demikian, Eni melanjutkan, tim geopark nasional dan Pemerintah Pacitan tidak dapat mengarahkan tim UNESCO untuk menilai lokasi empat geosite yang sudah disiapkan tersebut. Penyebabnya, ada sembilan geosite lain di Pacitan yang diajukan untuk masuk GGN.

 

Sembilan geosite itu adalah karst di Pantai Pancer Door, Pantai Srau, Pantai Watukarung, Sungai Basooka, Sungai Ngrijangan, Telaga Guyang Warak, Luweng Jaran, Pantai Buyutan, dan Pantai Ngariboyo.  Eni mengatakan untuk bisa masuk ke GGN, pemerintah dan masyarakat harus bekerja keras melestarikan aset geologi tersebut. “Kami telah menyiapkan juru bicara di masing-masing lokasi wisata itu,” ujarnya.

 

Kepala Bidang Promosi Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pacitan, Budi Hartoko, menambahkan juru bicara ini berasal dari kelompok masyarakat dan satuan kerja di pemeritah setempat. Sebelum bertugas, mereka terlebih dulu mendapatkan pendidikan dan pelatihan tentang geopark.