PONOROGO – Kerusakan jalur Sampung – Pohijo, Kecamatan Sampung, Ponorogo membuat Dinas Perhubungan turun gunung. Apalagi, masyarakat setempat yang mengeluh dengan kondisi jalan, melakukan berbagai aksi. Mulai menanam pohon pisang hingga aksi pelajar tingkat TK yang melakukan pengurukan dengan pasir dan tanah.

Disinyalir keruskan parah jalur Sampung Pohijo dilalui Dum Truk penambang pasir yang melebihi tonase. Hal itu diperoparah belum tersentuhnya perbaikan hingga bertahun-tahun. Dinas Perhubungan, Rabu (27/3) melakukan survey dilapangan untuk mengukur berat muatan Dum Truk. Hasilnya, ditemukan puluhan Dum Truk yang melebihi tonase jalan.

Kasi Bimbingan Keselamatan Jalan Lalu Lintas Dinas Perhubungan, Slamet Wahyudi saat dikonformasi mengatakan, pihaknya melakukan survey langsung dilapangan, dengan mengukur langsung berat muatan Dum Truk dari penambangan pasir.

Tak hanya pengangkut pasir, truk pengangkut kayu dan lainnya jga tak luput dari survey tersebut. “Dinas Perhubungan melakukan survey terkait jalan di Sampung, Jenangan, Nglurup hingga Pohijo yang mengalami kerusakan cukup parah,” lanjutnya.

Ia juga mengatakan, hasil survey pada sekitar 50 truk sebagian besar melebihi muatan yang ditentukan pada kekuatan jalan. Artinya, melebihi tonase yang diperbolehkan. Kelebihan itu, mencapai 2 hingga 3 ton.

Hal menjadi salah satu penyebaB kerusakan jalan yang cukup parah. Walapun keruskan jalan terebut juga dapat disebabkan kualitas aspal. “Terlalu banyak angkutan yang melintas disini, apalagi melebihi tonase yang diperbolehkan. Hasil ini akan segera dilaporkan pada pimpinan untuk ditindaklanjuti,” paparnya.

Lebih lanjut Slamet Wahyudi mengungkapkan, kerusakan jalur Sampung Pohijo, sudah cukup parah. Salah satunya akibat muatan yang melebihi tonase. Diharapkan, kedepan Truk pengangkut pasir atau yang lain dapat memathui aturan yang ada. “Sementara ini kita masih melaporkan hasil ini pada pimpinan,” terangnya.

Sementara Kades Pohijo, Sugijanto mengatakan, surbey yang dilakukan Dinas Perhubungan sudah tepat. Hal itu, memperkuat jika kerusakan jalur ini salah satunya akibat mutan truk yang melebihi tonase. Hal itu diperparah degan curah hujan yang cukup tinggi. Masyarakat berharap segera ada perbaikan jalan yang menadi akses utama warga Sampung. “Sudah lama diajukan perbaikan, kita tunggu saja langkap pemerintah daerah,” pungkasnya. (Muh. Nurcholis)