Ngawi-Pembangunan jembatan penghubung  antar desa di kecamatan Bringin Ngawi dinilai setengah hati.

Menurut Ketua Komisi IV Dprd Ngawi, Sarjono, pengerjaan pembangunan jembatan

Yang menghubungkan desa kenongorejo dan desa dampit tersebut menelan anggaran APBD mencapai 1,6 Milyar dan baru selesai 70 persen dan dikerjakan secara swakelola.

Dijelaskan Sarjono,  sesuai dalam penganggarannya tahap pertama tahun 2012  pengerjaan jembatan ini diambilkan dari dana hibah APBD pemkab Ngawi.

 Awalnya komisi 4 cukup bertanya –tanya dana perbaikan  dengan nilai yang cukup tinggi mengapa tidak di kontraktorkan melainkan dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat. Ditambah lagi terdapat pihak ketiga yakni unev suryo dalam perencanaan pembangunannya, namun saat ditanya apakah dana ini termasuk dana yang di rekayasa. Secara tegas di bantah oleh Sarjono, ” memang kami awalnya mempertanyakan dana ini, namun setelah di informasikan bahwa dana ini berasal dari dana hibah  kamipun akhirnya bisa memaklumi”  tegasnya. (16/4).

Pengerjaan pembangunan jembatan yang  sudah menelan 1,6 M ini,  dalam sidak anggota komisi IV kemarin sudah mencapai 70%.  Karena dikatakan belum selesai secara total dalam pengerjaannya  akan di lanjutkan pada tahun ini,  dengan dianggarkan mencapai 1,3 M. “Di harapkan pengerjaan swakelola ini menjadi pilot project yang sempurna tanpa ada cacat” tambahnya. Ardian