PONOROGO  – Hujan Deras selama beberapa jam selama Minggu (20/11) lalu mengakibatkan bencana banjir di beberapa Kecamatan yang ada di Kabupaten Ponorogo, Jatim. Selain banjir, bencana tanah retak juga mengancam 38 Kepala Keluarga (KK) di Dukuh Krajan, Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Ponorogo.
Data dari Polres Ponorogo menyebutkan di wilayah Dukuh Krajan tersebut terdapat 2 RT yang mengalami bencana tanah retak, yaitu RT. 01 dan 02 yang berada di RW. 03. “Warga sudah kami himbau untuk mencari tempat ke rumah saudara yang lebih aman,” ucap Kasubag Humas Polres Ponorogo, AKP Sudarmanto.
Dia menjelaskan, setelah mendapat laporan warga terkait adanya bencana retak, pihaknya langsung memerintahkan KSPK III Polsek Slahung Aiptu Listyo Herlianto dan anggota jaga serta Bhabinkamtibmas Desa Tugurejo untuk mendatangi TKP tanah retak yang berada di Dukuh Krajan, Desa Tugurejo tersebut.
Lebih lanjut pihaknya menambahkan jika di lokasi tersebut terjadi keretakan dan amblas dibeberapa titik. “Hal ini mengakibatkan dinding dan lantai rumah warga retak dengan lebar retakan tanah dan dinding 10-15 cm,” paparnya.
Menurutnya, kejadian tanah retak ini dimulai pada tahun 2013 dan setiap tahunnya masuk musim penghujan retakan tanah semakin bertambah, dan merusak lantai dan dinding rumah warga. “Tercatat 38 KK yang lantai dan dindingnya rumahnya retak, paling parah terdapat Lima Rumah,” jelasnya.
AKP Sudarmanto pun membenarkan jika salah satu rumah sudah dirobohkan akibat tanah retak tersebut. “Langkah ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diingikan,” bebernya. Sementara warga yang rumah paling parah kerusakanya dianjurkan mengungsi ditempat keluarganya yang lebih aman.
Seperti diketahui dari ke 38 KK atau rumah tersebut terdapat 58 orang laki-laki dan 60 orang Perempuan, lansia sebanyak 18 orang serta balita sebanyak 8 anak. “Warga kami harap selalu waspada karena bencana bisa datang kapan saja,” pintanya. (mnc)