TRENGGALEK-Jumlah penderita demam berdarah (DB) di Kabupaten Trenggalek selama triwulan pertama mulai Januari hingga Maret 2013 mencapai 162 orang.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Dinkes Trenggalek, Suparman mengatakan, penginakatan pasien yang terinfeksi virus nyamuk “Aides Aigepty” tersebut terjadi pada akhir Februari hingga pertengahan Maret.
“Awal januari itu masih satu atau dua penderita, kemudian terus meningkat hingga mencapai seratus lebih pada minggu ke 13. Namun kami memastikan sampai saat ini tidak ada penderita DB meninggal dunia,” katanya. Rabu (27/3/2013)
Dari data di dinas kesehatan setempat, penyebaran penderita demam berdarah tahun ini di dominasi oleh tiga kecamatan, yakni Karangan, Pogalan dan Kecamatan Trenggalek.
Untuk mengurangi populasi nyamuk aides aigepty dewasa, dinkes bersama puskesmas jajaran gencar melakukan penyemprotan (fogging) di wilayah endemis demam berdarah.
“Ada lima desa dan kelurahan yang menjadi fokus penyemprotan insektisida tersebut, sebagian diantaranya adalah di wilayah kota,” imbuh Suparman.
Pihaknya mengaku, jumlah penderita DB masih bisa bertambah, namun tren penyebaran penyakit mematikan tersebut diprediksi akan mengalami penurunan tajam seiring dengan berkurangnya intensitas hujan di wilayah Trenggalek.
Lebih lanjut pria yang akrab disapa Parman ini menambahkaan, petugas bidang P2PL menerima laporan dari perangkat desa Ngares Kecamatan Trenggalek tentang adanya tambahan lima penderita baru.
“Kami belum bisa memastikan kebenarannya. Rencananya hari ini kami akan kroscek ke rumah sakit maupun puskesmas, apabila benar maka kami akan mengambil langkah fogging ke desa tersebut,” katanya.
Meskipun telah mencapai ratusan, Suparman mengkalim, jumlah pasien demam berdarah tahun ini lebih sedikit dibanding triwulan pertama tahun lalu, yang mencapai 170-an kasus. Beberapa beberapa diantaranya meninggal dunia.
Ia berharap masyarakat ikut membantu pemberantasan sarang nyamuk dengan melakukan gerakan “3M plus” yakni menguras, menutup dan mengubur barang-barang yang bisa dipakai untuk perkembangbiakan nyamuk.
“Apabila ada diantara anggota keluarga yang mengalami demam tinggi, lebih baik segera dibawa ke layanan kesehatan agar mudah terdeteksi jika terinfeksi demam berdarah, karena apabila terlambat bisia membahayakan pasien itu sendiri,” saran Parman. (Dimas)