PONOROGO – Skill Olympic atau Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Tingkat Jawa Timur 2012 menjadi pengalaman berharga Darmasih, siswi kelas XII SMKN 2 Ponorogo.  Dalam kompetisi khusus siswa SMK di Surabaya tanggal 4-7 Juni 2012 lalu, gadis cantik ini berhasil menyabet Juara 1 Bidang Lomba Ladies Dressmaking. 

 

Ia berhasil menggeser 32  peserta lainnya dari SMK se-Jatim. Dengan raihan membanggakan itu, Darmasih bakal maju mewakili Jawa Timur ke LKS Tingkat Nasional tanggal 18 hingga 23 Agustus mendatang di Bandung. 

 

Isa, panggilan akrab cewek kelahiran Ciamis, 29 September 1993 itu mengaku bangga dengan torehan manis yang baru saja membuat dirinya dan keluarga bangga. Meski sebelumnya dia tidak menyangga karena sempat mengalamikesulitan dalam menyelesaikan beberapa tugas penilaian. Saat itu, Dia dan peserta lain diwajibkan membuat jas atasan dan bawahan dengan model rok balon. 

 

“Teknisnya 3 hari atau 18 jam disuruh membuat jas. Saya sempat kesulitan bagian paskula saku dan pengeprasan. Pengerjaannnya butuh ketelatenan dan tekhnik tersendiri,” Kenang Isa. Meski begitu, berkat latihan rutin yang Ia siapkan sebelum bertanding, akhirnya mampu menjadi yang terbaik. “Senang sekali dengan hasil kerja keras ini,” akunya. 

 

Jauh sebelum bertanding,  serangkaian latihan  yang didapatkan dari guru pendamping dan guru tamu menjadikan bekal yang cukup. Diantaranya, iadidreel dengan keras untuk membuat jas 3 stel atasan dan bawahan. Temasuk membuat pola sendiri sesuai dengan soal petunjuk dari Jatim.  “Saya juga dilatih membuat pola, teknik membuat, serta memaksimalkan waktu soal yang ditentukan,” paparnya.

 

Persiapan matang itu akhirnya berbuah manis. Meskipun Ia harus melawan tim kuat seperti SMKN Malang namun akhinya ia menang. Ia pun mengaku pembelajan dan bimbingan yang diterima di sekolah menjadi kunci perolehan prestasi ini. “Pebelajaran di SMKN 2 Ponorogo cukup menyenangkan. Guru membimbing dengan sungguh-sungguh sehingga maksimal,” urainya. 

 

Dengan modal berharga Juara 1 tingkat Jatim dan pendidikan bidang tata busana di sekolahnya ini, ia berencana selepas lulus nanti untuk berwirausaha. Yakni dengan membuka semacam butik.  Apalagi, tata busana itu merupakan kesukaannya sejak kecil. 

 

“Hobi saya sejak kecil itu tata busana. Sebelum sekolah sudah belajar menjahit baju boneka. Saat itu dijahit paket tangan. Kemudian waktu SMP ketrampilannya pun pilih tatabusana,” sebutnya. Melihat potensi itulah, oleh orangtuanya ketika mau masuk SLTA disuruh masuk SMKN 2 Ponorogo. “Saya merasa beruntung bisa masuk di SMKN 2 Ponorogo,” akunya. 

 

Sementara itu,  Ia pun saat ini masih menjalani pembinaan mengikuti LKS tingkat Nasional. “Kalau persiapan di tingkat nasional itu hampir sama namun ada peningkatan sedikit,” sebutnya. “Kita tetap berlatih membuat baju yang sama persis tapi dengan tekhnik yang lebih tinggi,” pungkasnya. 


(MUH NURCHOLIS)