Anggota Komisi I FPD DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono menyerukan pesan damai kepada seluruh warga Indonesia untuk bersama-sama mengatasi konflik yang tengah terjadi di Lampung Selatan. Seruan kepada warga itu disampaikan melalui akun twitter miliknya, Kamis 1 November 2012. “Serukan suara damai, untuk Lampung, I’m in!” tulisnya. Twitt @Edhie_Baskoro ini ditulis untuk menanggapi salah satu artikel yang dimuat oleh media online dengan judul Pemuda Lampung Deklarasikan Lampung Damai.

Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) yang sedang mengikuti Acara Kenegaraan Presiden RI di London, Inggris juga mengajak seluruh semua pihak baik pemerintah, aparat dan warga bahkan pengguna jejaring sosial twitter untuk bekerja sama menciptakan suasana kondusif di Lampung.

 

Pasalnya salahsatu agenda kenegaraan Presiden RI di London adalah untuk menjaga hubungan bilateral Indonesia – Inggris dan meningkatkan kepercayaan dunia Internasional untuk Indonesia. Harapan putera Presiden RI ini adalah agar terciptanya kerjasama antar pemerintah dengan rakyatnya dalam rangka memajukan perekonomian Indonesia. “Yuks damai untuk lampung agar kita lebih baik di luar dan di dalam negeri.. kami memajukan dari luar, tweeps bisa berperan dari dalam..” ujarnya dalam twit yang disampaikan Kamis 1 November itu.

 

Edhie Baskoro Yudhoyono yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum KADIN bidang Promosi Internasional, Pariwisata, Seni Budaya dan Olahraga mengutarakan salah satu maksud delegasi Indonesia datang ke London adalah untuk memajukan perekonomian Indonesia, dengan harapan terciptanya kemakmuran bagi warga negara Indonesia. “Di London, agenda2 lebih ditekankan membawa nama baik Indonesia. Terutama dalam perekonomian untuk kemakmuran warga Indonesia..” jelas Wakil Ketua Umum Kadin itu dalam akun twitternya.

 

Apa yang dikatakan Ibas merujuk pada agenda Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di London yang sedang melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Inggris David Cameron di Jalan Downing 10, London, Inggris, Kamis (1/11/2012). Di akhir pertemuan itu, ditandatangani tiga nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dan satu kesepakatan bersama. Nota kesepahaman yang ditandatangani adalah nota di bidang pertahanan, pendidikan, dan pariwisata. Dalam pertemuan bilateral tersebut sempat dibahas upaya peningkatan kerja sama investasi, perdagangan, energi, pertahanan serta pendidikan. Alhasil Kedua negara sepakat meningkatkan volume perdagangan menjadi dua kali lipat pada 2015.