Minggu, 24 September 2017
@Edhie_Baskoro
facebook.com/EBYudhoyono
Edhie Baskoro Yudhoyono

BERANDA | PROFIL | BERITA EBY | PARTAI DEMOKRAT | FRAKSI PD DPR-RI | DAPIL VII JAWA TIMUR | TESTIMONIAL | GALERI EBY | VIDEO | KARIKATUR | PLAYLIST EBY


Untitled Document

Ruang Informasi

7 April 2012

Interview Harian Jurnal Nasional : Kader Demokrat Diarahkan ke Jalur Partai



Jakarta - Rapar Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Demokrat di Sentul, Jawa Barat, 23-24 Juli, menjadi agenda penting bagi partai pemenang Pemilu 2009 ini di tengah kasus mantan Bendahara Umum M. Nazaruddin yang menjadi tema besar pemberitaan di media massa saat ini. Apa saja yang akan dibahas dalam acara yang dihadiri sekitar 5000 kader Demokrat dari seluruh Indonesia ini?

Berikut petikan wawancara Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono, dengan surat kabar harian Jurnal Nasional (20/7).

 

Apa saja agenda yang akan dibahas dalam Rapat Koordinasi Nasional Partai Demokrat?

Banyak hal yang akan dibahas. Partai Demokrat akan kembali mengarahkan seluruh kadernya tetap berada di jalur yang ditetapkan partai. Arahan Ketua Dewan Pembina dan Ketua Umum akan menjadi penuntun kinerja kader partai ke depan. Akan ada penegasan komitmen bagi seluruh kader partai untuk menjunjung setinggi-tingginya penegakan hukum dan mendukung sepenuhnya pemberantasan korupsi yang dicanangkan pemerintah. Selain itu ada konsolidasi dan mengevaluasi secara keseluruhan kinerja partai sejak kongres kedua di Bandung.

Isu nasional yang berkembang juga akan menjadi fokus perhatian dalam rakornas nanti.

Selanjutnya, tentu agenda pemenangan Pemilu 2014 yang diawali dengan langkah-langkah strategis ke depan dengan mempertajam program kerja dan koordinasi partai. Setiap bidang organisasi partai wajib menjalankan program kerja yang berorientasi pada pembangunan kesejahteraan masyakat. Sampai saat ini, Partai Demokrat masih mengagendakan tahun ini sebagai tahun bekerja sesuai dengan arahan Ketua Dewan Pembina dan Ketua Umum.

Detailnya, kami akan membahas masalah pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, penyediaan lapangan kerja, kesejahteraan, efektivitas pemerintahan baik pusat dan daerah dan tentunya masalah penegakan hukum. Intinya kami akan membahas setiap aspek yang akan menjadi fokus kerja pemeritah.

Dari semua itu, yang penting bagi Partai Demokrat adalah membangun partai semakin solid untuk menghadapi tantangan yang semakin besar. Partai mendorong kader-kadernya untuk bisa fokus menjalankan amanah rakyat yang diembannya. Situasi saat ini yang memang sedikit mengganggu, akan menjadi bahan koreksi kami agar ke depan kita siap bertarung dalam laga demokrasi secara adil dan damai.

 

Dalam keterangan pers di Cikeas 11 Juli 2011, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Pak SBY mengatakan akan melakukan sejumlah langkah koreksi terhadap sejumlah kecil kader yang melakukan korupsi. Bisa dijelaskan langkah koreksi yang akan ditempuh?

Partai Demokrat adalah partai yang modern yang lahir dengan semangat reformasi. Jadi, koreksi adalah hal yang lumrah dalam membangun organisasi partai semakin berkualitas. Kaitannya dengan kader yang bermasalah, partai akan tetap memegang aturan AD/ART Partai Demokrat sebagai landasan dalam melakukan tindakan koreksi tersebut. Jika ada dugaan kader yang bermasalah kita ikuti prosedur yang berlaku di internal partai. Ada teguran terbuka, tertutup, administratif dan tindakan disiplin lainnya. Koreksi ini juga akan mencakup pembenahan sistem kaderisasi dan pelatihan kader agar memiliki kualitas yang memadai untuk membangun bangsa.

Sikap tegas yang akan diputuskan DPP terhadap kader yang diduga bermasalah juga harus mengacu pada proses hukum yang berjalan. Intinya, harus ada pembuktian hukum secara terang benderang bukan karena rumors (hear say), isu, atau pesan-pesan yang beredar di media, apalagi fitnah.

Penegasan Ketua Dewan Pembina Bapak Susilo Bambang Yudhoyono beberapa saat lalu sangat jelas bahwa, siapa pun kader Partai Demokrat yang terbukti secara hukum melakukan korupsi dan tindakan melawan hukum lainnya harus ditindak dan diadili. Kader Partai Demokrat tidak kebal hukum. Partai Demokrat memegang teguh tanggung jawab untuk memberikan pemimpin yang bersih dari korupsi baik di pusat maupun di daerah.

 

Menurut Mas Ibas untuk kasus Nazaruddin sebaiknya apa yang harus dilakukan. Adakah imbauan untuk Nazaruddin sendiri?

Terkait masalah ini, kami sangat serius mengungkap kasus ini. Kita ini negara hukum. Harapan saya, agar pak Nazaruddin sebagai warga negara Indonesia yang taat hukum berinisiatif dan secara kesatria  untuk kembali ke Indonesia, jangan karena dijemput aparat penegak hukum atau Interpol. Mari kita sama-sama buktikan secara hukum agar masyarakat mendapatkan penjelasan yang clear dan obyektif.

Siapa yang terbukti bersalah harus mempertanggungjawabkan di depan hukum demi keadilan. Rasanya akan sulit bagi penegak hukum untuk menuntaskan masalah ini jika yang bersangkutan (Pak Nazar) tidak menghargai proses penegakan hukum itu sendiri.

Di dalam partai sendiri, kami telah mengambil langkah secara tegas sesuai mekanisme yang berlaku dan saat ini yang bersangkutan (Nazaruddin) dalam proses pemberhentian sebagai anggota kader Partai Demokrat karena sudah tidak sesuai dengan garis-garis partai yaitu menghayati, mentaati, serta mengamalkan ketentuan partai yang berlaku.

 

Kemudian apakah kasus ini akan dibahas khusus di agenda Rakornas Demokrat?

Secara khusus tidak, tapi kami jadikan kasus ini sebagai bahan koreksi (lesson to be learnt) bersama untuk semakin kuat ke depannya. Pada banyak kesempatan, Bapak Presiden sebagai Ketua Dewan Pembina terus menegaskan bahwa ruh Partai Demokrat adalah bersih, cerdas dan santun. Untuk itu, kami akan jadikan rakornas ini sebagai refleksi bersama untuk melewati ujian menuju partai yang benar-benar modern dan kembali ke jati diri yang sesungguhnya (bersih, cerdas dan santun).

 

Partai Demokrat sebagai partai pemenang pemilu saat ini menghadapi berbagai tantangan-tantangan nyata, seperti adanya kampanye yang kurang baik dilakukan pihak-pihak yang tentunya tak ingin partai ini kembali menjadi pemenang dalam Pemilu 2014. Bagaimana sebaiknya kader-kader Demokrat menghadapi situasi ini?

Alhamdulillah… Kami bersyukur karena Partai Demokrat yang belum genap berusia 10 tahun (satu dasawarsa) bisa dipercaya masyarakat dan menjadi partai yang besar dan diperhitungkan oleh partai lain yang lebih senior.

Kami juga bersyukur bisa menempatkan kader-kader terbaik di lembaga-lembaga penting negara. Menghadapi situasi saat ini, pesan saya agar kader Partai Demokrat jangan sampai terpancing dengan keadaan ini. Berkompetisilah secara sehat dan wajar dan jangan mau diaduk aduk apalagi sampai diadu domba.

Menurut saya situasi ini bukan untuk saat ini saja tetapi ke depan akan semakin banyak tantangan. Soliditas adalah kunci untuk mengadapi situasi saat ini. Masalah yang banyak mendera partai dan kader-kader partai sebaiknya diselesaikan secara kekeluargaan dan aturan yang berlaku. Harapan saya, seluruh kader Partai Demokrat menghargai demokrasi di Indonesia  khususnya suara rakyat.

Berbeda dengan partai lain yang sudah mulai start terlebih dahulu, Partai Demokrat tetap menjadikan tahun 2011 sampai 2013 sebagai tahun untuk bekerja seperti yang sudah digariskan partai. Kader harus fokus dan berkonsentrasi untuk melaksanakan program partai di segala bidang pemberdayaan masyarakat. Tunjukkan kepada masarakat bahwa Partai Demokrat adalah partai yang terdepan membela kepentingan masyarakat umum.

 

Ada imbauan khusus kepada generasi muda Indonesia, jika dikaitkan dengan situasi politik, ekonomi, dan sosial budaya bangsa kita saat ini?

Saya berharap generasi muda Indonesia memiliki cara pandang yang positif-konstruktif, kreatif dan inovatif karena perjalanan bangsa kita ke depan semakin banyak tantangan. Kita harus bangun terus sikap optimis agar bisa berguna dalam mewujudkan pembangunan bangsa kita ke arah yang lebih baik lagi.

Saya mengajak seluruh kaum muda yang tergerak untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan bangsa, bertindaklah mulai dari sekarang dengan hal positif. Sekecil apapun tindakan kita asal itu berguna bagi sesama. Terkait situasi politik saat ini, sepanas apapun dinamika politik yang berkembang, mari kita tetap jaga idealisme, karakter dan kesantunan. Budaya santun dalam berdemokrasi harus terus kita pertahankan dan kita jadikan identitas bangsa.



Berita Lainnya:


Dikaruniai Buah Hati Ketiga, Ibas Adakan Syukuran Empat Bulan Kehamilan Aliya


Ibas Distribusikan Daging Qurban di Dapil VII Jatim


EBY Dorong Industri Kreatif Indonesia Terus Maju di Luar Negeri


Ibas : Refleksi Ramadhan, PD Pertegas Manifesto Soal Pancasila dan Kebhinekaan


Lestarikan Budaya Jawa, Mas Ibas Gelar Ketoprak Humor